Pemkot Palembang Perkuat Budaya Literasi Lewat Lomba Bertutur SD/MI 2026
PALEMBANG, Gerbangberita.com – Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda melalui berbagai program pendidikan dan pengembangan karakter. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Lomba Bertutur Tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) se-Kota Palembang Tahun 2026 yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palembang.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bunda Literasi Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, dan diikuti sebanyak 50 peserta terbaik dari berbagai SD dan MI di Kota Palembang. Acara berlangsung meriah dengan dukungan guru pendamping, jajaran TP PKK Kota Palembang, Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang, serta pihak swasta.
Dalam sambutannya, Dewi Sastrani menegaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun karakter, pola pikir, serta kualitas generasi penerus bangsa.
Menurutnya, pendidikan harus mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual, moral, emosional, dan kreativitas anak sejak usia dini. Karena itu, budaya membaca perlu ditanamkan secara konsisten agar tercipta sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
βBangsa yang besar adalah bangsa yang generasi penerusnya memiliki karakter kuat, berpengetahuan, dan berakhlak baik. Literasi menjadi salah satu jalan untuk membentuk generasi seperti itu,β ujar Dewi Sastrani.
Ia juga menjelaskan bahwa penguatan budaya baca sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Dalam aturan tersebut, pemerintah didorong menghadirkan buku berkualitas dengan harga terjangkau, mengoptimalkan perpustakaan sekolah sebagai pusat pembelajaran, serta menyediakan fasilitas membaca yang mudah diakses masyarakat.
Dewi menilai keberhasilan membangun budaya literasi tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Dibutuhkan kolaborasi antara keluarga, pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kebiasaan membaca dan belajar.
Selain memberikan motivasi kepada peserta agar percaya diri saat tampil di depan umum, Dewi juga mengapresiasi keberanian anak-anak dalam menyampaikan cerita di hadapan banyak orang.
Lomba bertutur dinilai menjadi sarana efektif untuk melatih kemampuan komunikasi, meningkatkan daya imajinasi, memperluas wawasan, serta menanamkan nilai-nilai positif melalui budaya membaca dan bercerita.
Sebagai bentuk komitmen memperluas akses literasi, Pemkot Palembang juga terus menghadirkan berbagai program pendukung seperti pojok baca di kelurahan dan kantor pemerintahan, pengembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hingga layanan perpustakaan keliling menggunakan motor dan mobil baca yang rutin mendatangi sekolah serta ruang publik.
Melalui sinergi pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta, budaya literasi di Kota Palembang diharapkan terus tumbuh dan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta berakhlak mulia.
Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang