Nasional

GP Alwashliyah Kutuk Pembunuhan Aris Sanda, Salurkan Bantuan Rp20 Juta untuk Keluarga Korban

19 September 2026 2 minggu lalu
Bagikan: f 𝕏 t

JAKARTA, GerbangBerita.com — Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Jam’iyatul Washliyah (PP GP Alwashliyah) menyatakan duka atas meninggalnya Aris Sanda, sopir travel asal Toraja yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Sikap tersebut disampaikan Ketua Umum PP GP Alwashliyah, H. Aminullah Siagian, dalam konferensi pers di Balairung Jakarta, Sabtu (19/9/2026).

Aminullah mengecam pembunuhan tersebut dan mendesak aparat keamanan mengusut serta mengejar para pelaku.

“Kami berdiri di sini untuk menyatakan sikap tegas terhadap aksi yang dilakukan KKB terhadap warga sipil yang tidak bersalah,” ujar Aminullah.

Aris Sanda diketahui tewas setelah kendaraan yang dikemudikannya dihentikan kelompok bersenjata saat melintas dari Wamena menuju Mbua, Kabupaten Jayawijaya. Jenazah korban kemudian ditemukan bersama kendaraan yang terbakar di kawasan Danau Habema. Aparat hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Dalam pernyataannya, GP Alwashliyah meminta pemerintah, TNI, dan Polri mengambil langkah penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kematian Aris.

Organisasi tersebut juga menyampaikan solidaritas kepada keluarga korban dengan menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta. Bantuan disebut dikirim melalui transfer bank ke rekening istri almarhum.

Aminullah mengatakan bantuan tersebut tidak dapat menggantikan kehilangan anggota keluarga, tetapi diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga Aris.

“Ini adalah komitmen kemanusiaan Pemuda Alwashliyah untuk selalu hadir bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Sebelumnya, aparat kepolisian juga telah mendatangi keluarga Aris Sanda di Toraja Utara dan menyerahkan bantuan berupa lima karung beras serta 20 dus air mineral.

Jenazah Aris Sanda telah dipulangkan dari Papua untuk dimakamkan di kampung halamannya di Toraja. Proses pemulangan dilakukan setelah jenazah dievakuasi dari wilayah Papua Pegunungan.

Di akhir konferensi pers, GP Alwashliyah mengajak kader dan masyarakat mendoakan Aris Sanda serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

GP Alwashliyah juga menyatakan akan terus mendorong kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban kekerasan dan konflik di Papua.

Reporter : Imam

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru