Sumatera Utara

Anak Putus Sekolah Jadi Sorotan, GM GRIB Jaya Madina Desak Percepatan Sekolah Rakyat

10 September 2026 1 jam lalu
Bagikan: f 𝕏 t

MANDAILING NATAL, GerbangBerita.com — Persoalan anak putus sekolah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mendapat sorotan. Pemerintah daerah didesak mempercepat realisasi program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga yang membutuhkan.

Desakan itu disampaikan Ketua Generasi Muda (GM) GRIB Jaya Mandailing Natal, Sutan Paruhuman.

Menurut Sutan, persoalan pendidikan tidak cukup diselesaikan dengan pembangunan gedung dan penambahan fasilitas. Pemerintah juga perlu memastikan anak yang putus sekolah maupun yang berisiko putus sekolah mendapat akses pendidikan.

“Jangan sampai anak-anak yang butuh sekolah malah disuruh menunggu birokrasi. Kalau kesiapan daerah sudah berjalan, pemerintah harus kawal sampai terealisasi,” kata Sutan.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Madina menjelaskan perkembangan program Sekolah Rakyat kepada publik, mulai dari kesiapan lahan, persyaratan, koordinasi dengan pemerintah pusat hingga target pelaksanaannya.

“Publik berhak tahu sudah sejauh mana prosesnya. Jangan cuma dengar kabar Sekolah Rakyat, tapi kapan mulai dan siapa yang memastikan program ini jalan harus jelas,” ujarnya.

Sutan juga mendorong pemerintah melakukan pendataan terhadap anak yang telah putus sekolah dan mereka yang berpotensi meninggalkan pendidikan.

Menurutnya, data tersebut penting agar intervensi pemerintah tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana, tetapi juga memastikan anak kembali mendapatkan pendidikan.

“Jangan cuma hitung berapa gedung yang berdiri. Hitung juga berapa anak yang berhasil diselamatkan masa depannya,” katanya.

GM GRIB Jaya Madina, lanjut Sutan, mendukung program pemerintah di bidang pendidikan. Namun, pelaksanaannya dinilai perlu dikawal secara terbuka dan memiliki target yang jelas.

“Kalau memang untuk anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, jangan biarkan prosesnya berlarut-larut. Pemerintah harus hadir sebelum anak-anak itu kehilangan masa depannya,” katanya.

Sutan berharap program Sekolah Rakyat tidak berhenti pada tahap wacana dan administrasi. Ia menilai kepastian pelaksanaan program tersebut penting bagi anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.

“Anak-anak Madina butuh kepastian. Kalau pendidikan adalah investasi masa depan, maka percepat sekarang,” tegasnya.

Reporter : Muslimin

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru