Sumatera Utara

24 Siswa Dilarikan ke Puskesmas, AMPM Madina Desak Evaluasi Dapur MBG

10 September 2026 22 detik lalu
Bagikan: f 𝕏 t

MANDAILING NATAL, GerbangBerita.com — Sebanyak 24 siswa MTsS Ar-Riyadhul Mukhlisin, Mompang Jae, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mendapat penanganan di Puskesmas Mompang Jae setelah mengalami mual dan keringat dingin usai mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (9/9/2026).

Para siswa telah mendapat penanganan medis dan diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan. Hingga kini, belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan keluhan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan MBG.

Koordinator Aliansi Mahasiswa Pemuda Madina (AMPM) Madina, Alfin Sahani, meminta pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa, termasuk proses produksi dan distribusinya.

“Jangan cuma siswa yang diperiksa. Sistem yang menghasilkan makanannya juga harus diperiksa,” kata Alfin.

Menurutnya, pemeriksaan perlu dilakukan mulai dari bahan baku, proses pengolahan, kebersihan dapur dan peralatan, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi makanan ke sekolah.

Alfin juga meminta sisa makanan, apabila masih tersedia, diamankan dan diuji di laboratorium untuk membantu memastikan penyebab keluhan yang dialami para siswa.

“Bahan bakunya dari mana, bagaimana diterima, siapa yang mengolah, bagaimana kebersihan dapur dan peralatan, kapan dimasak, bagaimana penyimpanannya, kapan dikirim dan kapan sampai ke sekolah. Semua harus jelas,” ujarnya.

Sorotan AMPM diarahkan kepada Dapur MBG Polres Madina 1 yang disebut sebagai penyedia makanan bagi siswa. Alfin meminta dapur tersebut dievaluasi, termasuk penerapan standar keamanan pangan.

Ia juga mendorong Badan Gizi Nasional, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan Dinas Kesehatan melakukan penelusuran bersama serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada masyarakat.

“Evaluasi bukan sekadar rapat atau berita acara. Harus ada pemeriksaan, uji laboratorium, hasil dan perbaikan,” tegasnya.

Alfin menegaskan, pihaknya tidak menolak program MBG. Menurutnya, program pemenuhan gizi bagi anak justru harus diperkuat dengan pengawasan keamanan pangan yang ketat.

“Kalau mau memberi makan anak kami, pastikan makanannya aman. Jangan tunggu korban bertambah baru sibuk berbenah,” katanya.

Reporter : Muslimin 

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru