Wujud Nyata BSB Sekayu, Subsidi Pangan Murah untuk Warga Sungai Lilin
MUSI BANYUASIN, GerbangBerita.com — Warga Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mendapat subsidi harga bahan pokok dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) ketujuh, Rabu (9/9/2026).
Subsidi tersebut diberikan Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Sekayu melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan menyasar 1.200 paket bahan pokok yang dijual di Halaman Kantor Camat Sungai Lilin.
Setiap paket berisi beras SPHP kemasan 5 kilogram dan tepung terigu 1 kilogram. Harga normal paket tersebut Rp74.000. Setelah mendapat subsidi Rp10.000 dari BSB Cabang Sekayu, warga cukup membayar Rp64.000.
Pemimpin BSB Cabang Sekayu, Irwan Antony, melalui Bagian Umum BSB Sekayu, Rahman Syafri, mengatakan subsidi tersebut merupakan bentuk dukungan bank terhadap masyarakat.
“Ini wujud nyata hadirnya perbankan di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan manfaat yang diberikan Bank Sumsel Babel dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Rahman.
Pelaksana GPM melibatkan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muba bersama Perum BULOG Kanwil Sumsel dan Babel. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muba, Frans Gustian, ST, M.Si., mengapresiasi dukungan BSB dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi Bank Sumsel Babel yang terus konsisten merealisasikan komitmennya. Sesuai MoU yang ada, kami berharap sinergi ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Frans.
Dukungan subsidi tersebut juga menjadi bagian dari sinergi antara pemerintah daerah, perbankan dan BULOG dalam menjaga keterjangkauan harga pangan serta daya beli masyarakat.
Bagi warga Sungai Lilin, subsidi Rp10.000 per paket membuat kebutuhan pangan pokok dapat diperoleh dengan harga lebih rendah dari nilai normalnya.
Program GPM ini sekaligus menjadi salah satu langkah pengendalian harga pangan dan mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menjaga stabilitas ekonomi daerah pada 2026.
(Redaksi GerbangBerita.com)