OKI

Program Pemagangan ke Jepang untuk Generasi Muda OKI

2 November 2026 2 jam lalu
Bagikan: f 𝕏 t

OKI, GerbangBerita.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memfasilitasi 150 anak muda mengikuti seleksi program pemagangan ke Jepang. Seleksi yang berlangsung mulai Senin (2/11/2026) ini menjadi salah satu upaya membuka akses kerja internasional sekaligus meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

Dari total peserta, sebanyak 50 orang berasal dari Kabupaten OKI. Sementara 100 peserta lainnya datang dari sejumlah daerah, yakni Ogan Ilir, Palembang, Lampung, Bengkulu, OKU Timur, Prabumulih, dan Lahat.

Sekretaris Daerah OKI Asmar Wijaya mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, persaingan dunia kerja membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan kedisiplinan. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat daerah dan nasional, tetapi juga internasional.

“Permasalahan ketenagakerjaan menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan daya saing agar mampu mengambil peluang kerja, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” kata Asmar.

Ia menegaskan, pemagangan ke Jepang bukan sekadar kesempatan bekerja di luar negeri. Peserta juga akan memperoleh pengalaman, mempelajari keterampilan teknis, memahami budaya kerja, serta membangun disiplin dan karakter profesional.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi modal bagi peserta untuk mengembangkan karier maupun membuka usaha secara mandiri setelah menyelesaikan program.

Perwakilan IM Japan, Agus Pramuji, menjelaskan bahwa program pemagangan tersebut merupakan bagian dari kerja sama pemerintah Indonesia dengan IM Japan untuk meningkatkan kompetensi generasi muda melalui pengalaman kerja di Jepang.

Ia mengatakan, calon peserta harus memiliki kesiapan mental, kedisiplinan, dan etos kerja, selain kemampuan teknis.

“Program ini bukan semata-mata kesempatan untuk pergi ke Jepang. Lebih dari itu, ini merupakan kesempatan untuk belajar, meningkatkan keterampilan, membangun kedisiplinan, etos kerja, serta membentuk karakter yang nantinya menjadi bekal dalam membangun masa depan,” ujarnya.

Agus menjelaskan, seleksi meliputi pemeriksaan administrasi, tes tertulis, kemampuan bahasa Jepang, tes fisik dan kesamaptaan, serta wawancara. Peserta yang lolos seleksi masih harus mengikuti pelatihan dan persiapan sebelum diberangkatkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKI Antonio Romadhon mengatakan, proses seleksi berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 November 2026.

Tahapan seleksi diawali dengan tes matematika dasar pada Senin. Selanjutnya, tes fisik dan kesamaptaan dilaksanakan Selasa, sedangkan wawancara dijadwalkan berlangsung Rabu hingga Jumat.

Tes fisik berupa lari, push-up, dan sit-up dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Segitiga Emas Kayuagung. Tes kesamaptaan berlangsung di Ruang Bende Seguguk II Kabupaten OKI. Adapun wawancara dilaksanakan di Kantor Disnakertrans OKI dengan sistem gugur.

Antonio berharap program ini dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda, khususnya putra daerah OKI, untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh pengalaman kerja di luar negeri.

Pemkab OKI melalui program tersebut mendorong generasi muda memiliki keterampilan dan kesiapan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional. (*)

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru