Presiden Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara Selama 34 Tahun, Singgung Under Invoicing hingga Transfer Pricing
JAKARTA, GerbangBerita.com – Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik kebocoran ekonomi yang menurutnya telah berlangsung selama puluhan tahun dan menyebabkan kekayaan negara mengalir ke luar negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Prabowo mengatakan, selama sekitar 34 tahun kebocoran ekonomi dalam jumlah sangat besar terjadi, namun tidak banyak mendapat perhatian dibandingkan berbagai persoalan lain, termasuk kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Uang negara yang menguap triliunan rupiah selama 34 tahun tidak ada pakar yang berkomentar,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan pemerintah saat ini tengah membenahi berbagai praktik yang dinilai merugikan negara, seperti mark up, korupsi, penipuan, under invoicing, transfer pricing, hingga praktik kolusi antara oknum birokrat dan pelaku usaha.
Menurutnya, berbagai praktik tersebut telah merusak perekonomian nasional sehingga harus dihentikan melalui pembenahan tata kelola.
“Kalau ekonomi diracuni dengan mark up, korupsi, penipuan, under invoicing, transfer pricing, dan permainan antara birokrat dengan pengusaha, maka ekonomi akan sakit. Karena itu kita sedang memperbaikinya,” kata Prabowo.
Ia juga menegaskan pemerintah tidak akan tebang pilih dalam menindak berbagai bentuk penyelewengan dan korupsi. Penanganannya, kata Prabowo, dilakukan secara bertahap agar mampu memperbaiki sistem tanpa mengganggu stabilitas perekonomian nasional.