Sumatera Utara

PETI Simpang Tolang Disorot, GRIB Jaya Minta Satgas Segera Bertindak

26 Agustus 2026 2 minggu lalu
Bagikan: f 𝕏 t

MANDAILING NATAL, GerbangBerita.com — Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Simpang Tolang Julu, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal, mendapat sorotan dari GM GRIB Jaya Mandailing Natal.

Sekretaris GM GRIB Jaya Mandailing Natal, Alfin Sahani, meminta Satgas PETI yang dibentuk Forkopimda segera turun ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Satgas PETI jangan cuma ada namanya. Kalau sudah dibentuk, turun. Cek lokasinya, periksa izinnya. Kalau ilegal, tindak,” kata Alfin. Rabu (26/08/2026)

Menurut Alfin, penanganan PETI tidak cukup hanya menutup lubang atau melakukan razia di lokasi. Ia meminta aparat juga menelusuri pihak yang berada di belakang kegiatan tersebut.

“Kalau mau berantas, jangan cuma kejar orang yang berdiri di lubang. Cari siapa yang modalin, siapa yang pasok dan siapa yang nampung. Putus dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Alfin juga menyinggung informasi mengenai distribusi solar dalam jumlah tidak wajar di wilayah Mandailing Natal. Namun, ia meminta informasi tersebut diperiksa terlebih dahulu.

“Jangan langsung disimpulkan solar itu untuk PETI. Tapi kalau ada temuan, periksa. Solar itu dari mana, untuk siapa dan dipakai untuk apa,” katanya.

Terkait informasi adanya oknum berseragam Polisi Militer (PM) yang disebut-sebut membekingi aktivitas PETI di Simpang Tolang, Alfin meminta informasi tersebut diverifikasi.

“Kalau ada laporan, periksa. Kalau terbukti, proses. Kalau tidak terbukti, sampaikan juga kepada publik. Jangan masyarakat dibiarkan bertanya-tanya,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak boleh ada perlakuan berbeda dalam penegakan hukum.

“Siapa pun yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab. Hukum jangan tajam ke bawah, tumpul ke atas,” katanya.

Alfin juga meminta pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi memikirkan masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas tambang.

“Kalau masyarakat disuruh berhenti menambang, jawab juga mereka mau kerja apa. Jangan cuma bilang stop,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah menyiapkan alternatif pekerjaan melalui pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan UMKM.

Menurut Alfin, persoalan lingkungan juga tidak boleh diabaikan. Penanganan PETI, kata dia, harus diikuti dengan pemulihan kawasan yang terdampak.

“Menutup lubang tambang bukan akhir. Bekas kerusakannya juga harus dipulihkan,” katanya.

Alfin berharap Satgas PETI segera memeriksa kondisi di Simpang Tolang Julu dan menyampaikan hasilnya kepada masyarakat.

“Jangan tunggu viral. Kalau ada laporan, cek. Kalau ilegal, tindak. Kalau masyarakat kehilangan pekerjaan, pemerintah harus hadirkan jalan keluar,” ujarnya.

Reporter: Muslimin

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru