Berita

Palembang Kembali Dikenang sebagai Kota Bersejarah Jelang Muktamar ke-35 NU

13 Juli 2026 2 minggu lalu
Bagikan: f 𝕏 t

PALEMBANG, Gerbangberita.com – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Kota Palembang kembali menjadi sorotan sebagai salah satu daerah yang memiliki catatan penting dalam perjalanan sejarah organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Senin (13/7/2026)

Palembang bukan sekadar kota tua di Sumatera Selatan, tetapi juga pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Muktamar NU yang meninggalkan jejak sejarah bagi perkembangan organisasi dan penguatan dakwah Islam di Tanah Air.

Sejarah mencatat, Muktamar NU di Palembang menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat peran NU di tingkat nasional. Berbagai keputusan strategis lahir dari forum tersebut dan menjadi bagian dari perjalanan panjang organisasi hingga saat ini.

Kini, menjelang Muktamar ke-35 yang akan digelar pada tahun 2026, sejarah tersebut kembali diingat. Banyak kalangan menilai Palembang memiliki ikatan emosional dan historis yang kuat dengan perjalanan Nahdlatul Ulama.

Selain dikenal sebagai kota bersejarah Kerajaan Sriwijaya, Palembang juga memiliki tradisi keislaman yang berkembang melalui pesantren, ulama, dan warga nahdliyin yang selama ini aktif menjaga nilai-nilai keagamaan serta kebangsaan.

Muktamar ke-35 NU sendiri menjadi momentum penting karena merupakan muktamar pertama pada abad kedua perjalanan organisasi setelah NU memasuki usia lebih dari satu abad.

Sejumlah agenda strategis diperkirakan akan menjadi pembahasan dalam muktamar, mulai dari penguatan organisasi, pendidikan, dakwah, hingga peran NU dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan kebangsaan di masa depan.

Di tengah persiapan muktamar, berbagai daerah yang pernah menjadi bagian dari sejarah NU kembali mendapat perhatian. Salah satunya Palembang yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjalanan organisasi sejak masa awal perkembangannya.

Dengan sejarah yang dimiliki, Palembang tidak hanya dikenang sebagai kota penyelenggara muktamar pada masa lalu, tetapi juga menjadi simbol perjalanan panjang Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan, memperkuat keislaman yang moderat, serta mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (**)

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru