Pendidikan

Mendiktisaintek Dorong ITERA Perkuat Inovasi untuk Kebutuhan Sumatera

7 Oktober 2026 16 jam lalu
Bagikan: f 𝕏 t

LAMPUNG SELATAN, GerbangBerita.com — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memperkuat riset dan inovasi agar semakin mampu menjawab kebutuhan pembangunan di Sumatera.

Dorongan itu disampaikan Brian saat memberikan orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Dies Natalis ke-12 ITERA di Lampung Selatan, Selasa (6/10/2026).

Menurut Brian, ITERA sejak awal dibentuk untuk memperluas akses pendidikan teknologi sekaligus menyiapkan sumber daya manusia, khususnya insinyur, bagi pembangunan Sumatera.

“ITERA didirikan untuk menyiapkan sumber daya manusia, khususnya insinyur bagi percepatan pembangunan Sumatra,” ujar Brian.

Dalam 12 tahun, ITERA telah memiliki 41 program studi sarjana dan satu program magister dengan hampir 15 ribu alumni. Meningkatnya minat calon mahasiswa, kata Brian, harus diikuti peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan kerja sama.

Brian meminta empat nilai yang diusung dalam Dies Natalis ke-12, yakni Brave, Independent, Sustainable, dan Adaptive, tidak berhenti sebagai slogan. Nilai tersebut harus menjadi cara berpikir ITERA dalam menghadapi tantangan riset, pendanaan, teknologi, hingga pembangunan reputasi.

“Pertanyaan pertamanya bukan lagi apakah kita mampu, tetapi bagaimana caranya agar ITERA bisa menjawab tantangan tersebut,” katanya.

Brian juga mendorong hasil penelitian dan paten ITERA dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu yang disorot adalah program SUSTAIN (Strengthening Tsunami-Resilient Infrastructure) yang mendapat dukungan UNESCO untuk pengembangan infrastruktur yang lebih tangguh terhadap tsunami.

Selain riset kebencanaan, ITERA juga mengembangkan sejumlah bidang yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Di antaranya pembangunan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Center untuk mendukung rencana pendidikan profesi apoteker serta pembaruan kurikulum dan metode pembelajaran yang menyesuaikan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (AI).

Agenda hilirisasi sumber daya alam juga menjadi perhatian. Brian menilai tingginya minat terhadap Program Studi Teknik Pertambangan ITERA menunjukkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang mampu mendukung pengelolaan sumber daya alam dan pengembangan industri turunannya.

Menurutnya, hilirisasi membutuhkan berbagai keahlian, mulai dari teknik pertambangan, metalurgi dan pengolahan, manufaktur, hingga lingkungan. Dengan potensi sumber daya alam yang besar, Sumatera dinilai membutuhkan perguruan tinggi yang mampu menyiapkan tenaga ahli untuk mendukung proses tersebut.

“Diktisaintek Berdampak: riset yang menghasilkan solusi, kampus yang menghubungkan dengan pemerintah daerah, industri dan masyarakat, serta lulusan yang siap bekerja untuk menciptakan lapangan kerja,” ujar Brian.

Brian juga mendorong Pemerintah Provinsi Lampung menjadikan ITERA sebagai mitra dalam perencanaan pembanguna.

Reporter : M Khairul Huda

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru