Nasional

Indonesia-Belanda Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Inovasi Lewat WINNER 2026

7 Oktober 2026 15 jam lalu
Bagikan: f 𝕏 t

JAKARTA, GerbangBerita.com — Indonesia dan Belanda memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, riset, sains, teknologi, dan inovasi melalui Week of Indonesia–Netherlands Education and Research (WINNER) 2026.

Kegiatan bertema “Competitive and Resilient Societies: Human Capital, Innovation & Sustainability” tersebut berlangsung 6–8 Oktober 2026 di Jakarta dan Amsterdam.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan kemitraan Indonesia-Belanda yang telah terjalin lama masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan, khususnya melalui kolaborasi perguruan tinggi, penelitian, dan inovasi.

Menurut Brian, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa dan peneliti sekaligus menghasilkan riset yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kita dapat memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi, memperluas kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti, serta mengembangkan riset dan inovasi bersama,” kata Brian dalam pembukaan WINNER 2026, Selasa (6/10/2026).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Sains Kerajaan Belanda Rianne Letschert menyampaikan bahwa kerja sama pendidikan dan penelitian lintas negara penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.

Rianne mengatakan Belanda terus berinvestasi pada pengembangan talenta di bidang sains dan teknologi. Menurut dia, pertukaran pengetahuan antarnegara menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menekankan bahwa inovasi tidak dapat dibangun oleh satu institusi.

Ia menyebut perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, industri, dan masyarakat perlu terhubung agar hasil penelitian dapat dikembangkan menjadi teknologi, layanan, maupun kebijakan yang memberikan manfaat nyata.

Dalam forum tersebut, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Ahmad Najib Burhani juga menyoroti tantangan ekosistem sains dan teknologi di Indonesia.

Ia menyebut Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan, antara lain belum adanya peraih Nobel dari dalam negeri serta belum masuknya perguruan tinggi nasional dalam jajaran 100 terbaik dunia.

Najib mengatakan penguatan ekosistem sains dan teknologi dilakukan melalui tiga pilar, yakni pengembangan talenta, strategi dan sistem pembelajaran transformatif, serta diseminasi dan pemanfaatan sains dan teknologi.

Selain pengembangan riset, integritas akademik menjadi salah satu perhatian dalam WINNER 2026. Najib menyoroti sejumlah bentuk pelanggaran akademik, seperti plagiarisme, jual-beli publikasi, kartel sitasi, riset dan konferensi fiktif, serta persoalan sitasi yang melibatkan penggunaan kecerdasan artifisial.

Kemdiktisaintek, kata Najib, tengah menyiapkan langkah pencegahan dan tindakan korektif, termasuk rancangan Peraturan Menteri tentang Akreditasi Jurnal untuk memperkuat kualitas publikasi ilmiah dan mencegah praktik jurnal predator.

WINNER 2026 juga menjadi ajang pembukaan peluang kerja sama baru antara Indonesia dan Belanda. Di antaranya melalui program Merian Fund, hasil kerja sama Kemdiktisaintek dengan Dutch Research Council, serta gelombang ketiga program Indonesia-Netherlands Universities Consortium for Sustainable Development and Technology (INUCoST).

Rangkaian WINNER 2026 digelar di tiga lokasi, yakni kantor Kemdiktisaintek dan Universitas Trisakti di Jakarta serta Indonesia House Amsterdam.

Agenda tersebut mencakup diskusi mengenai transformasi digital dan kecerdasan artifisial, pendidikan, riset dan inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta keberlanjutan.

Melalui WINNER 2026, Indonesia dan Belanda berupaya memperluas kolaborasi pendidikan dan penelitian sekaligus mendorong hasil riset agar dapat memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.

Reporter : M Khairul Huda

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru