Sumsel

Operasi Aman Nusa II, Polda Sumsel Urai Bara Gambut hingga Malam Hari di Gelumbang

6 September 2026 4 hari lalu
Bagikan: f 𝕏 t

MUARA ENIM – GerbangBerita.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut kembali dilakukan Satgas Penanganan Karhutla Polda Sumatera Selatan. Kali ini, petugas berjibaku memadamkan kebakaran di area sekitar 80 hektare di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (5/9/2026).

Kebakaran di lahan gambut menjadi perhatian khusus karena api tidak hanya muncul di permukaan. Bara dapat bertahan di bawah lapisan tanah dan merambat ke area lain sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan berbeda dibandingkan kebakaran di lahan mineral.

Di lokasi tersebut, kedalaman gambut diperkirakan mencapai satu hingga satu setengah meter.

Penanganan dipimpin Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol James Parlindungan Hutagaol bersama personel Satgas Penanganan Karhutla Polda Sumsel. Petugas menerapkan teknik penyiraman dan perendaman menggunakan pola spiral, dimulai dari bagian luar kemudian bergerak menuju bagian dalam area yang terbakar.

Air disemprotkan menggunakan jet pump dengan campuran air dan Formula Crossfire Polri. Pola tersebut digunakan untuk menekan bara yang masih berada di bawah permukaan sebelum petugas masuk lebih jauh ke titik yang memiliki aktivitas panas.

“Penyiraman dilakukan secara spiral dari luar menuju ke dalam. Tujuannya membatasi dan meredam pergerakan bara di bawah tanah sehingga potensi api merambat ke area lainnya dapat ditekan,” ujar James.

Setelah penyiraman dan perendaman dilakukan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Cairan dibiarkan meresap selama sekitar dua hingga tiga jam sebelum proses berikutnya dilakukan.

Petugas kemudian melakukan scanning untuk mencari sisa bara yang masih berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.

Titik yang menunjukkan asap putih atau bara menjadi sasaran pemeriksaan. Lapisan gambut diurai menggunakan garpu untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal di dalam tanah. Setelah itu, titik tersebut kembali disiram menggunakan jet shooter backpack yang berisi campuran cairan pemadam.

Menurut James, bara sekecil apa pun tetap perlu ditangani karena berpotensi terbawa angin dan memicu kebakaran di area lain yang masih kering.

“Bara kecil tetap harus ditangani karena dapat terbawa angin dan memicu api di area kering lainnya. Karena itu setelah perendaman, personel melakukan scanning satu per satu terhadap potensi titik bara yang tersisa,” katanya.

Agar proses penanganan lebih terukur, area terdampak sekitar 80 hektare dipetakan menjadi tiga klaster berdasarkan tingkat aktivitas kebakaran.

Zona kuning merupakan area yang menunjukkan indikator asap. Zona oranye menunjukkan adanya asap dan bara, sedangkan zona merah merupakan area yang terdapat asap, bara sekaligus api yang muncul ke permukaan.

Masing-masing klaster kemudian dibagi menjadi empat sektor. Setiap sektor memiliki personel penanggung jawab untuk memantau perkembangan pemadaman dan mengevaluasi kondisi secara bertahap.

Pemadaman bahkan dilanjutkan hingga malam hari. Menurut James, kondisi gelap justru membantu petugas melihat bara yang masih menyala di sela-sela permukaan gambut sehingga titik panas dapat lebih mudah ditemukan.

Penanganan akan terus dilakukan secara bertahap sampai seluruh area yang telah dipetakan dinyatakan aman dari bara maupun api yang berpotensi kembali muncul.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penanganan karhutla di lahan gambut tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat dari permukaan.

“Yang menjadi perhatian bukan hanya api di permukaan, tetapi juga bara yang masih tersimpan di lapisan gambut. Karena itu personel melakukan penanganan secara berlapis, mulai dari penyiraman, perendaman hingga scanning titik bara,” kata Nandang.

Polda Sumsel memastikan penanganan karhutla akan terus dioptimalkan bersama unsur terkait. Pemetaan wilayah, penyiraman, perendaman dan pemeriksaan ulang titik bara menjadi bagian dari upaya mencegah kebakaran kembali meluas.

Penanganan akan dilanjutkan hingga area terdampak dinyatakan aman dari api dan bara yang masih berpotensi memicu kebakaran.

(Rilis/Redaksi)

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru