OKI

OKI Petakan Lokasi Karhutla Berulang, Respons di Zona Rawan Diperkuat

21 September 2026 2 minggu lalu
Bagikan: f 𝕏 t

OKI, GerbangBerita.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, memetakan lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang sebagai dasar memperkuat penanganan di wilayah rawan.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pemantauan dan Tindak Lanjut Penanganan Karhutla Kabupaten OKI, Senin (21/9/2026).

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan evaluasi tidak hanya melihat jumlah hotspot, tetapi juga pola kebakaran, penyebab, kecepatan respons, kendala penanganan hingga langkah pencegahan.

“Bukan hanya berapa banyak titik api yang berhasil dipadamkan. Kita harus melihat apakah titik itu baru atau berulang, apa penyebabnya, bagaimana respons kita, apa yang belum berhasil dan apa yang perlu diperbaiki,” kata Muchendi.

Lokasi yang mengalami kebakaran berulang akan dikelompokkan berdasarkan tingkat kerawanan. Pemetaan tersebut menjadi dasar penentuan prioritas personel, patroli, peralatan, sumber air dan logistik.

Penanganan melibatkan BPBD OKI, Polres OKI, Kodim 0402/OKI, Manggala Agni, pemerintah kecamatan, perusahaan dan relawan.

Kepala BPBD OKI Pratama Suryadi mengatakan, berdasarkan data pemerintah provinsi, terdapat 175 hotspot pada 21 September 2026. Jumlah tersebut menurun dibandingkan sehari sebelumnya.

Hotspot terbanyak tercatat di Kecamatan Sungai Menang sebanyak 42 titik, Tulung Selapan 41 titik, Cengal 29 titik, Mesuji 17 titik dan Kayuagung 14 titik.

Pratama menyebut keterbatasan personel, peralatan dan sumber air menjadi salah satu kendala ketika sejumlah titik muncul secara bersamaan.

“Memang ada keterbatasan alat dan personel. Ketika beberapa titik muncul bersamaan, kami harus menentukan prioritas penanganan,” ujarnya.

Pemkab OKI akan mempercepat pemenuhan sarana dan prasarana yang diusulkan BPBD, TNI dan Polri, termasuk kebutuhan personel tambahan serta relawan. Patroli terpadu juga akan disesuaikan dengan zona rawan yang telah dipetakan.

Muchendi meminta lokasi yang mengalami kebakaran berulang, terutama di kawasan konsesi, mendapat perhatian khusus. Perusahaan dan pengelola lahan diminta memperkuat upaya pencegahan serta penanganan kebakaran di wilayah tanggung jawab masing-masing.

“Kalau terjadi kebakaran berulang di satu lokasi, kita harus tahu penyebabnya dan siapa yang bertanggung jawab. Perusahaan yang memiliki atau mengelola lahan harus terlibat maksimal,” katanya.

Selain pemadaman, pemerintah akan memetakan kebutuhan sumber air seperti sumur bor, embung dan sekat kanal di wilayah rawan. Penyesuaian anggaran dapat dilakukan apabila diperlukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak sesuai ketentuan.

Dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi bagian dari evaluasi. Pemantauan dilakukan melalui 33 puskesmas, termasuk terhadap tren infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan kondisi kelompok rentan.

Data kesehatan tersebut akan menjadi dasar pemberian dukungan, antara lain masker, vitamin dan pelayanan kesehatan.

Evaluasi ini menjadi dasar Pemkab OKI untuk menata kembali strategi penanganan karhutla, mulai dari penetapan zona prioritas, patroli terpadu, penguatan sarana dan sumber air hingga peningkatan keterlibatan pengelola lahan serta perlindungan masyarakat.

“Jangan sampai kita hanya bicara api, tetapi lupa dampaknya kepada masyarakat,” kata Muchendi. (*)

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru