Guru Madrasah Sukabumi Bergerak ke DPR/MPR RI, Tuntut Implementasi UU ASN dan Kesetaraan Hak
JAKARTA, Gerbangberita.com — Gelombang perjuangan guru madrasah swasta kembali menggema di ibu kota. Ribuan guru yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) dari berbagai daerah di Indonesia memadati kawasan Gedung DPR/MPR RI dalam aksi bertajuk SIAGA 2026 Guru Indonesia Bersatu, Rabu (20/5/2026).
Aksi tersebut menjadi simbol perjuangan bersama para guru madrasah swasta dalam menuntut implementasi Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023. Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah untuk menghapus diskriminasi dan menyetarakan hak guru swasta dengan guru negeri, khususnya dalam aspek kesejahteraan, perlindungan, dan kesempatan pengangkatan ASN.
Dari Kabupaten Sukabumi, rombongan guru madrasah yang tergabung dalam PGMM Kabupaten Sukabumi turut hadir dengan penuh semangat dan solidaritas. Salah satu rombongan berasal dari KKMI Bojonggenteng yang meliputi Kecamatan Kabandungan dan Kalapanunggal. Mereka berangkat sejak sebelum subuh demi mengikuti aksi nasional tersebut.
Dengan membawa atribut perjuangan, bendera Merah Putih, serta berbagai spanduk aspirasi, para guru menyuarakan harapan agar pemerintah memberikan perhatian nyata terhadap kesejahteraan guru madrasah swasta yang selama ini dinilai masih jauh dari kata sejahtera.
Herlambang, salah satu peserta aksi asal Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, mengatakan bahwa aksi belum dapat dilaksanakan langsung di depan Gedung DPR/MPR RI karena di dalam gedung tengah berlangsung sidang paripurna serta pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia.
“Menurut informasi yang kami terima, saat ini sedang berlangsung sidang paripurna dan pidato kenegaraan Presiden RI, sehingga kami masih menunggu arahan dan perkembangan lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PGMM, Tedi Malik, dalam arahannya kepada massa aksi menegaskan bahwa seluruh peserta hadir dengan niat damai dan tetap menghormati agenda kenegaraan yang sedang berlangsung di DPR/MPR RI.
“Kita datang dengan damai dan tetap menghargai agenda kegiatan DPR/MPR yang sedang dilaksanakan. Namun demikian, kita juga berharap setelah agenda selesai, para pimpinan DPR/MPR RI dapat menerima aspirasi kita secara langsung. Semoga kita dapat diterima oleh Bapak Sufmi Dasco Ahmad dan juga Ibu Puan Maharani,” ungkapnya.
Meski diguyur hujan, semangat para peserta aksi tidak surut. Ribuan guru tetap bertahan dengan tertib dan kondusif sambil menunggu kepastian dari para wakil rakyat terkait penyampaian aspirasi mereka.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa guru madrasah swasta di seluruh Indonesia, termasuk dari Kabupaten Sukabumi, terus memperjuangkan hak dan pengakuan yang setara demi masa depan pendidikan yang lebih adil dan bermartabat.
Repoter: Agus Yusuf