Nasional

Al-Husna Peringati Maulid Nabi dan Haul Pendiri, Pimpinan Pesantren Soroti Peran Alumni

31 Agustus 2026 1 bulan lalu
Bagikan: f 𝕏 t

DELI SERDANG, GerbangBerita.com — Pondok Pesantren Al-Husna di Jalan Pelajar Pasar III, Dusun X, Desa Marendal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus haul pendiri pesantren, Buya Usman Husna dan Ummi Aidatul Fauziah, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti keluarga besar pesantren, mulai dari pimpinan, pengasuh, santri, alumni hingga masyarakat.

Peringatan Maulid menghadirkan Abuya H. Amrullah, S.H.I., M.A., Pimpinan Pesantren Raudatul Jannah, Kota Subulussalam, sebagai penceramah. Abuya Amrullah merupakan alumni pertama Pondok Pesantren Al-Husna.

Kehadirannya menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Selain menyampaikan materi tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW, ia juga menceritakan pengalaman selama menjadi santri hingga menjalani proses pengasuhan di Al-Husna.

Dalam ceramahnya, Abuya Amrullah mengingatkan agar peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut perlu diisi dengan upaya meneladani akhlak, perjuangan dan keteguhan Rasulullah SAW.

Pengalaman yang dibagikannya juga menunjukkan perjalanan pendidikan pesantren dalam membentuk santri untuk kemudian dapat berkiprah di tengah masyarakat.

38 Tahun Al-Husna dan Peran Alumni

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Husna, Buya Muhammad Najmil Husna, mengatakan pesantren yang kini memasuki usia 38 tahun telah melahirkan alumni dengan latar belakang bidang dan profesi yang beragam.

Ia menilai keberadaan alumni dapat menjadi salah satu kekuatan pesantren yang perlu terus diberdayakan, terutama untuk memberikan motivasi kepada santri.

“Di umur 38 tahun berdirinya Pesantren Al-Husna ini, alumni-alumni yang bermanfaat bagi bangsa dan negara sudah banyak dengan bidang dan profesi masing-masing. Seyogyanya alumni ke depannya akan banyak diberdayakan dalam memotivasi santri belajar dan berkhidmat bagi pesantren dan agama tentunya,” ujar Muhammad Najmil Husna.

Menurutnya, alumni tidak hanya menjadi bagian dari sejarah perjalanan pesantren, tetapi juga memiliki ruang untuk berkontribusi terhadap perkembangan pendidikan dan pembinaan santri.

Dengan pengalaman di berbagai bidang, alumni dinilai dapat memberikan gambaran kepada santri mengenai pendidikan lanjutan, dunia kerja, pengabdian masyarakat serta kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

Diawali Istighosah

Rangkaian kegiatan diawali dengan Istighosah Akbar. Kegiatan tersebut diisi dengan doa bersama dan permohonan keberkahan kepada Allah SWT.

Setelah istighosah, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan Abuya Amrullah.

Sejumlah santri juga menampilkan kemampuan mereka, di antaranya penampilan grup shalawat dan pidato tiga bahasa yang sebelumnya meraih juara dalam perlombaan.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekaligus menunjukkan aktivitas pembinaan santri di lingkungan pesantren.

Santri Minta Alumni Terus Dilibatkan

Salah seorang santri kelas III, Candri, mengaku terkesan dengan pelaksanaan Maulid Nabi dan haul tersebut.

Menurutnya, kehadiran alumni yang telah berkiprah di berbagai daerah memberikan pengalaman dan motivasi bagi santri yang masih menjalani pendidikan di Al-Husna.

Ia berharap keterlibatan alumni dalam kegiatan pesantren dapat terus ditingkatkan.

Candri menilai pengalaman para alumni dapat menjadi motivasi bagi santri untuk lebih serius menuntut ilmu dan mempersiapkan diri sebelum terjun ke tengah masyarakat.

Bagi Al-Husna, momentum peringatan Maulid Nabi dan haul pendiri tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang perjalanan pesantren, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat hubungan antara pesantren, santri dan alumni.

Reporter : imam

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru