DURIKO Ubah Kulit Durian Jadi Bahan Epoksi untuk Papan Komposit
PALEMBANG, GerbangBerita.com — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Sriwijaya menyelesaikan riset DURIKO (Durian Peel Bio-Based Epoxy), yang mengolah limbah kulit durian menjadi bahan resin epoksi berbasis hayati.
Riset tersebut memanfaatkan kulit durian melalui proses pirolisis untuk menghasilkan bio-oil. Bahan itu kemudian digunakan sebagai bahan awal pembuatan resin epoksi yang diaplikasikan pada papan komposit.
Pirolisis dilakukan pada suhu 350 derajat Celsius dengan variasi waktu 1, 2, dan 3 jam. Hasil analisis fisikokimia dan GC-MS menunjukkan bio-oil dari proses 3 jam memiliki karakteristik paling optimal dan didominasi senyawa fenolik.
Bio-oil selanjutnya digunakan dalam sintesis resin dengan variasi massa 2, 4, dan 6 gram. Hasil analisis GC-MS dan ATR-FTIR menunjukkan formulasi 6 gram memberikan karakteristik paling optimal.
Resin tersebut kemudian digunakan sebagai matriks papan komposit dengan serbuk tempurung kelapa sebagai material pengisi. Papan dibuat melalui proses hot pressing dan dibandingkan dengan papan yang menggunakan resin epoksi konvensional.
Hasil pengujian menunjukkan papan berbasis resin bio-oil memiliki kerapatan 0,896 gram per sentimeter kubik dan absorptivitas air 0,301 persen. Sementara papan dengan resin konvensional memiliki absorptivitas air 1,416 persen.
Pada pengujian mekanis, papan berbasis resin bio-oil mencatat flexural strength 30,20 MPa, tensile strength 20,40 MPa, dan impact 3,065 kJ/m².
Hasil tersebut menunjukkan resin berbasis bio-oil kulit durian berpotensi digunakan dalam pembuatan papan komposit. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menguji ketahanan material dan penerapannya pada skala yang lebih besar.
Tim DURIKO mengatakan riset ini ditujukan untuk meningkatkan nilai guna limbah kulit durian menjadi material yang memiliki nilai tambah.
Reporter : M Kamil