Aliansi Mahasiswa Demo di Mapolda Sumsel, Kapolda Temui Demonstran
PALEMBANG, GerbangBerita.com — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi kemahasiswaan menggelar demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Mapolda Sumsel), Kamis (15/10/2026).
Mereka menuntut kejelasan penanganan dugaan penganiayaan terhadap seorang mahasiswa saat mengikuti aksi unjuk rasa sebelumnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta kepolisian mengusut dugaan kekerasan yang disebut dialami rekan mereka ketika menyampaikan aspirasi. Mereka juga mendesak agar penanganan perkara dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum.
Aksi itu turut menyoroti pentingnya perlindungan terhadap mahasiswa dan masyarakat yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana Tarigan menemui langsung para demonstran di depan Mapolda Sumsel. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan dan menjelaskan persoalan yang mendorong mereka turun ke jalan.
Di hadapan para mahasiswa, Kapolda mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan massa. Ia menyatakan menghargai penyampaian pendapat secara damai serta menegaskan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh perlindungan hukum.
Kapolda juga menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti informasi yang disampaikan mahasiswa melalui mekanisme yang berlaku.
“Saya menghargai cara kalian menyampaikan pendapat hari ini. Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum, termasuk saat sedang menyuarakan aspirasi. Kami akan memeriksa setiap informasi yang ada dan menindaklanjutinya sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Rony di hadapan para demonstran.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas tuntutan mahasiswa terkait dugaan penganiayaan dalam aksi sebelumnya.
Mahasiswa mengharapkan komitmen tersebut ditindaklanjuti melalui pemeriksaan yang objektif dan terbuka. Mereka menilai kejelasan penanganan laporan menjadi hal penting untuk memastikan persoalan tersebut diproses sesuai hukum.
Selain meminta kejelasan penanganan dugaan penganiayaan, massa juga menekankan perlunya jaminan keamanan bagi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Mereka berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi dalam kegiatan penyampaian pendapat di kemudian hari.
Bagi mahasiswa, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak warga negara yang harus dihormati. Karena itu, mereka meminta agar dugaan pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan aksi sebelumnya diperiksa secara serius, tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah terhadap pihak-pihak yang terkait.
Pertemuan langsung dengan Kapolda menjadi bagian dari rangkaian aksi mahasiswa pada Kamis tersebut. Setelah menyampaikan tuntutan dan mendengarkan tanggapan kepolisian, demonstrasi berakhir dengan tertib dan damai.
Meski aksi telah selesai, mahasiswa masih menunggu tindak lanjut atas persoalan yang mereka sampaikan. Perkembangan penanganan dugaan penganiayaan tersebut menjadi hal yang dinantikan untuk mengetahui langkah kepolisian berikutnya.
Komitmen yang disampaikan Kapolda di hadapan demonstran diharapkan berlanjut pada penanganan yang transparan, sehingga tuntutan mahasiswa memperoleh kejelasan berdasarkan prosedur hukum yang berlaku.
Reporter : M Kamil