Berita

Abu Vulkanik Bisa Ganggu Pernapasan, dr. Tirta Ingatkan Warga Pakai Masker

6 September 2026 4 hari lalu
Bagikan: f 𝕏 t

JAKARTA – GerbangBerita.com – Masyarakat diminta tidak menganggap remeh paparan abu vulkanik, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan. Partikel abu yang terhirup dapat masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan gangguan kesehatan.

Imbauan tersebut disampaikan dokter sekaligus pegiat edukasi kesehatan, dr. Tirta, melalui video yang diunggah di akun TikTok pribadinya, @Tirtacipeng, pada Minggu (6/9/2026).

Dalam video tersebut, dr. Tirta mengingatkan masyarakat untuk tetap menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah, termasuk saat abu vulkanik yang terlihat di lingkungan sekitar relatif tipis.

“Pertama adalah kalian, kalau ke mana-mana aktivitas outdoor, walaupun abunya tipis itu harus memakai masker,” ujar dr. Tirta.

Ia menjelaskan, abu vulkanik yang masuk ke saluran pernapasan dapat memicu reaksi pada tubuh. Menurutnya, dalam kondisi paparan yang berat, gangguan tersebut bahkan dapat berkembang menjadi masalah pernapasan yang lebih serius.

“Abunya itu kalau terhirup ke dalam saluran pernapasan itu bisa menyebabkan reaksi, bahkan pada kondisi parah bisa menyebabkan bronkitis,” katanya.

Selain persoalan pernapasan, dr. Tirta juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati ketika membersihkan abu vulkanik yang menempel di rumah maupun lingkungan sekitar.

Abu yang berada di halaman atau permukaan terbuka, kata dia, sebaiknya tidak dibersihkan secara sembarangan karena dapat membuat partikel kembali beterbangan dan berpotensi terhirup.

Perhatian juga perlu diberikan ketika abu mengenai tubuh. Masyarakat diminta tidak langsung menggosok bagian kulit yang terkena abu secara keras.

“Jangan langsung kegesek, karena bisa baret-baret,” ujarnya.

Menurut dr. Tirta, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan setelah terjadinya hujan abu. Karakteristik abu vulkanik berbeda dengan debu yang biasa ditemukan sehari-hari sehingga penanganannya perlu dilakukan dengan hati-hati.

Olahraga Outdoor Sebaiknya Dialihkan Sementara

Imbauan juga diberikan kepada masyarakat yang rutin berolahraga di luar ruangan.

dr. Tirta menyarankan aktivitas olahraga outdoor untuk sementara dialihkan ke dalam ruangan apabila kondisi udara masih berpotensi terpapar abu vulkanik.

“Terus buat teman-teman yang hobi berolahraga outdoor, diganti dulu di indoor ya. Daripada berisiko terhirup vulkanis,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang tetap harus melakukan aktivitas di luar ruangan, ia kembali mengingatkan pentingnya penggunaan masker sebagai salah satu bentuk perlindungan.

“Kecuali Anda olahraga outdoor-nya mau pakai masker,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap abu vulkanik tidak hanya diperlukan ketika abu terlihat tebal. Kondisi udara dan potensi paparan partikulat juga perlu diperhatikan, terutama oleh masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyusul terdeteksinya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di sebagian wilayah Jakarta.

Pemprov DKI meminta warga mengurangi paparan abu, terutama kelompok rentan, serta mengikuti informasi resmi pemerintah mengenai perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan kualitas udara.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat disarankan tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial. Perkembangan aktivitas gunung api dan kondisi udara sebaiknya dipantau melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga berwenang.

Di akhir videonya, dr. Tirta mengajak masyarakat tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Salam sehat dan tetap stay safe,” pungkasnya.\

Reporter : AKHA

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru