Sumsel Bersih Soroti Kebakaran di Areal HGU PT Hindoli, Desak Penegakan Hukum dan Evaluasi Pengawasan
PALEMBANG , Gerbangberita.com — Perkumpulan Sumsel Bersih menyoroti kebakaran besar yang terjadi di area yang diduga sebagai lokasi aktivitas sumur minyak ilegal di kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Hindoli, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, pada Selasa (31/3/2026).
Dalam keterangan resminya, organisasi tersebut menyebutkan bahwa berdasarkan informasi lapangan, puluhan titik sumur minyak ilegal dilaporkan terbakar, menyebabkan kobaran api besar yang terlihat di sejumlah bagian areal tersebut.
Peristiwa ini dinilai menjadi perhatian serius, mengingat pemerintah sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan terkait penataan sumur rakyat melalui regulasi Kementerian ESDM. Selain itu, inventarisasi yang dilakukan pemerintah daerah disebut mencatat ribuan sumur ilegal di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin hingga pertengahan 2025.
Koordinator Advokasi Perkumpulan Sumsel Bersih, Arlan, menyampaikan bahwa sebelum kejadian kebakaran, pihaknya mengaku menemukan adanya aktivitas yang diduga sebagai praktik pengeboran dan pengolahan minyak ilegal di lokasi tersebut.
“Dua hari sebelum kejadian, tim kami melihat adanya aktivitas yang diduga berupa pengeboran, pengangkutan, hingga pengolahan minyak di lokasi. Kegiatan tersebut berlangsung secara terbuka,” ujarnya dalam rilis, Kamis (2/4/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber, aktivitas tersebut diduga melibatkan berbagai pihak dengan pola tertentu. Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Selain itu, kondisi sosial di sekitar lokasi disebut turut dipengaruhi oleh keberadaan aktivitas tersebut, yang oleh sebagian masyarakat dianggap sebagai sumber penghasilan.
Menanggapi peristiwa ini, Perkumpulan Sumsel Bersih menyampaikan sejumlah desakan kepada pihak terkait. Di antaranya, mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas dugaan praktik ilegal tersebut, serta meminta adanya evaluasi terhadap pengawasan di wilayah tersebut.
Organisasi ini juga meminta pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat pengawasan serta menindak tegas segala bentuk aktivitas yang melanggar hukum, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, PT Hindoli, maupun aparat kepolisian setempat terkait dugaan tersebut.
Perkumpulan Sumsel Bersih menilai bahwa peristiwa kebakaran ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem pengawasan dan penegakan hukum di sektor minyak dan gas, khususnya terkait aktivitas sumur ilegal yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat dan kerugian negara.