Pendidikan

Penerima Beasiswa Garuda Kembangkan Startup AI di UC San Diego

30 September 2026 6 hari lalu
Bagikan: f 𝕏 t

JAKARTA, GerbangBerita.com — Penerima Beasiswa Garuda Kemdiktisaintek Batch 1 Tahun 2025, Clarissa Aurelia Nahid Saputra, memanfaatkan kesempatan studinya di University of California San Diego (UC San Diego), Amerika Serikat, untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun startup berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pada tahun pertama kuliahnya, Clarissa bersama sejumlah rekannya mengembangkan Clean AI Labs (tryclean.ai), startup business-to-business (B2B) yang membantu perusahaan menemukan calon pembeli berdasarkan data aktivitas bisnis, seperti pengiriman, perizinan, dan pergantian pemasok.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam siaran pers Kemdiktisaintek, startup tersebut memperoleh pendanaan US$50.000 dari Jackson Square Ventures dan US$500.000 dari Y Combinator.

Sebelum memilih UC San Diego, Clarissa mengaku memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari 14 perguruan tinggi di luar negeri. Beberapa di antaranya National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), UC San Diego, UC Davis, University of Edinburgh, dan King’s College London.

Clarissa memilih UC San Diego dengan mempertimbangkan kesesuaian kampus tersebut dengan minat dan tujuan studinya.

“Sebelumnya, saya telah memetakan tujuan pendidikan sejak duduk di bangku SMANU M. H. Thamrin melalui berbagai kegiatan pengembangan diri, termasuk mengikuti International Physics Olympiad dan menjadi wakil ketua OSIS,” ujar Clarissa melalui pesan instan, Selasa (29/9/2026).

Berawal dari Program Persiapan Beasiswa

Clarissa mengatakan, dirinya pertama kali mengetahui Beasiswa Garuda melalui program persiapan Beasiswa Indonesia Maju.

Menurutnya, informasi penerimaan Beasiswa Garuda diterima dalam waktu yang berdekatan dengan tawaran beasiswa lain. Ia kemudian memilih Beasiswa Garuda karena program tersebut memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat, khususnya UC San Diego.

“Saya pertama mengetahui tentang Beasiswa Garuda karena partisipasi saya di program persiapan Beasiswa Indonesia Maju,” kata Clarissa.

Selama menjalani proses sebagai penerima beasiswa, Clarissa juga memperoleh dukungan dalam persiapan keberangkatan dan kebutuhan administratif.

Ia menyebut tim Beasiswa Garuda membantu proses administrasi, termasuk pengurusan dokumen resmi serta menghubungkan penerima beasiswa dengan kedutaan terkait.

Kembangkan Riset dan Teknologi

Setelah menjalani tahun pertama perkuliahan, Clarissa menilai pengalaman belajar di Amerika Serikat memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik dan personal.

Selain mengikuti kegiatan akademik, ia terlibat dalam riset robotika dan kegiatan hackathon. Pengalaman tersebut memperluas wawasan Clarissa mengenai pengembangan teknologi sekaligus mempertemukannya dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

“Menurut saya, Beasiswa Garuda tidak hanya membantu saya secara finansial namun juga secara sosial. Lewat beasiswa ini, saya bisa ketemu teman-teman yang sangat ambisius,” ujarnya.

Ke depan, Clarissa berencana melanjutkan pengembangan teknologi yang telah dibangunnya agar dapat digunakan lebih luas. Ia juga ingin memperdalam bidang robotika dan AI hardware.

Pengalaman selama menempuh pendidikan di UC San Diego, menurut Clarissa, menjadi bagian dari proses untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan di bidang teknologi.

Ia juga mengingatkan pelajar yang sedang mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke luar negeri agar memanfaatkan kesempatan belajar untuk terus berkembang, terbuka terhadap pengalaman baru, dan tetap peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Semua langkah, termasuk kegagalan, adalah bagian dari perjalanan yang membentuk diri kita. Jangan lupa untuk terus menjadi pribadi yang introspektif dan peduli sekitar,” pesannya.

Beasiswa Garuda merupakan program beasiswa bergelar yang ditujukan untuk memberikan akses pendidikan kepada putra-putri Indonesia berprestasi, termasuk dari latar belakang yang dinilai belum banyak terwakili.

Program tersebut menjadi bagian dari ekosistem SMA Unggul Garuda yang dikembangkan Kemdiktisaintek sebagai bagian dari upaya penguatan ekosistem sains dan teknologi di Indonesia.

Reporter : M Khairul Huda

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru