Palembang Dapat Jatah 1.735 Bedah Rumah, Verifikasi Penerima Diminta Dipercepat
PALEMBANG, GerbangBerita.com – Pemerintah Kota Palembang diminta mempercepat proses pendataan dan verifikasi masyarakat yang akan menerima bantuan bedah rumah tidak layak huni.
Tahun ini, Palembang disebut mendapat alokasi sebanyak 1.735 unit rumah untuk program tersebut. Percepatan verifikasi dinilai penting agar bantuan dapat segera menyasar warga yang benar-benar membutuhkan.
Program bedah rumah menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat. Dalam dokumen perencanaan Kota Palembang, layanan bedah rumah tidak layak huni juga tercantum sebagai bagian dari program Palembang Peduli.
Proses verifikasi menjadi tahapan penting sebelum bantuan diberikan. Data calon penerima harus dipastikan sesuai kondisi di lapangan sehingga bantuan tidak salah sasaran.
Pemerintah daerah juga perlu memastikan masyarakat yang rumahnya memenuhi kriteria tidak terhambat persoalan administrasi. Pendataan secara langsung ke lapangan menjadi salah satu cara untuk memastikan kondisi rumah dan keadaan sosial ekonomi calon penerima.
Percepatan program tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang mendorong pemerintah kabupaten dan kota lebih aktif melakukan pendataan serta verifikasi calon penerima bantuan rumah tidak layak huni.
Gubernur Sumsel Herman Deru sebelumnya meminta jajaran pemerintah daerah menerapkan pola jemput bola dalam proses pendataan. Ia menilai masih ada masyarakat yang sebenarnya membutuhkan bantuan tetapi terkendala karena tidak memahami persyaratan administrasi atau tidak aktif mengurusnya.
Untuk tahun ini, Sumatera Selatan sendiri mendapat target penanganan sebanyak 13.000 unit rumah tidak layak huni. Pemerintah provinsi juga berencana mendorong percepatan pelaksanaan program melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.
Di Palembang, percepatan verifikasi calon penerima menjadi penting mengingat kebutuhan terhadap rumah layak masih menjadi persoalan di sejumlah kawasan.
Selain memastikan penerima sesuai kriteria, pemerintah perlu memperhatikan kondisi rumah yang akan dibedah serta kelengkapan data kependudukan dan administrasi lainnya.
Dengan verifikasi yang lebih cepat dan akurat, program bedah rumah diharapkan tidak berhenti pada penetapan daftar penerima, tetapi benar-benar menghasilkan perbaikan hunian bagi masyarakat yang membutuhkan.
Reporter: GerbangBerita