Kejadian Kebakaran di Kelurahan 1 Ilir, Palembang Membuat Kesedihan Para Korban
PALEMBANG, Gerbangberita.com – Peristiwa kebakaran melanda permukiman warga di bantaran sungai kawasan Jalan Sultan Agung, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Minggu malam (10/5/2026). Kebakaran tersebut menyebabkan sedikitnya 12 kepala keluarga (KK) terdampak dan 50 jiwa harus mengungsi ke posko sementara.
Peristiwa itu juga menimbulkan duka mendalam bagi warga sekitar, termasuk Ketua RT 13 Kelurahan 1 Ilir yang rumahnya turut terdampak kobaran api.
Pantauan di lokasi pada Senin (11/5/2026), warga masih berdatangan untuk melihat kondisi rumah dan sisa barang yang hangus terbakar. Sejumlah warga tampak membersihkan puing-puing kebakaran sambil menunggu pendataan lanjutan dari pihak terkait.
Anggota PMI Sumatera Selatan, Panca, mengatakan saat kejadian terdapat tiga warga yang dievakuasi dari lokasi kebakaran.
“Korban yang berhasil dievakuasi yakni Aminah, Pak Aman, dan satu orang lainnya yang belum teridentifikasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses evakuasi sempat dilakukan menggunakan perahu milik warga karena lokasi rumah berada di pinggir sungai. Setelah itu, tim PMI Sumatera Selatan bersama PMI Kota Palembang membawa para korban ke posko sementara di Kantor Lurah 1 Ilir.
Dalam proses pemadaman, sejumlah unsur pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, di antaranya Damkar Pos Merdeka, Damkar Pos SU II, Damkar Pos Kemuning, serta bantuan teknis dari tim HSE Pelabuhan dan PT Pusri.
Sementara itu, data dari posko penanganan bencana di PT ONI mencatat warga yang rumahnya terbakar terdiri dari:
- Taufik Hidayat (RT 13) – 5 jiwa
- Amin (RT 13) – 4 jiwa
- Dani (RT 13) – 3 jiwa
- M. Soleh (RT 13) – 4 jiwa
- Erlani (RT 13) – 6 jiwa
- H. Thamrin (RT 11) – 3 jiwa
- Kiki Rukmana (RT 11) – 5 jiwa
- Danila (RT 11) – 3 jiwa
- Darudin (RT 11) – 4 jiwa
- M. Udin (RT 12) – 5 jiwa
Selain itu, dua warga lain turut terdampak kebakaran, yakni:
- Masna (RT 13) – 4 jiwa
- M. Rafi Apriyadi (RT 13) – 4 jiwa
Total keseluruhan korban terdampak mencapai 50 jiwa dari 12 kepala keluarga.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih menunggu penyelidikan pihak berwenang. Warga terdampak kini membutuhkan bantuan logistik, pakaian, makanan, serta kebutuhan dasar lainnya selama berada di pengungsian.
Repoter : M Kamil