Politik

Jelang Pencoblosan Pilkades Karang Satria, Kenali Profil dan Latar Belakang Lima Kandidat

19 September 2026 2 minggu lalu
Bagikan: f 𝕏 t

BEKASI, GerbangBerita.com — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, memasuki tahap pemungutan suara. Lima calon kepala desa akan mengikuti pencoblosan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/9/2026).

Pilkades serentak Kabupaten Bekasi 2026 digelar di 154 desa. Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menyiapkan pengamanan dengan 12.261 personel gabungan untuk mengawal pelaksanaan pemungutan suara.

Di Desa Karang Satria, lima calon yang tercantum dalam informasi yang diterima GerbangBerita.com yakni:

  1. H. Rohmani, S.Sos, yang akrab disapa Bang Emon. Lahir di Jakarta, 9 April 1979, dan berpendidikan S1 STIA. Ia berdomisili di wilayah Karang Satria.
  2. Rahmat Hidayat, dikenal dengan sapaan Bang Kalong. Lahir di Bekasi, 16 Agustus 1981, dan berpendidikan SMK. Ia berdomisili di Kampung Rawa Kalong, Karang Satria.
  3. Dwi Agam Wijaya, S.E., atau Bang Agam. Lahir di Bekasi, 1 November 1991, dan berpendidikan S1 STIE. Ia berdomisili di Kampung Karang Congok, Karang Satria.
  4. Untung Nugroho, yang dikenal sebagai Pak Untung. Lahir di Tegal, 7 Desember 1972, dan berpendidikan SMA. Ia berdomisili di wilayah Mustika Karang Satria.
  5. Puji Riyanto, M.M. Lahir di Purbalingga, 19 Juni 1970, dan menempuh pendidikan S2 di Institut Perbanas. Ia berdomisili di kawasan Bumi Anggrek, Karang Satria.

Informasi mengenai identitas dan latar belakang kelima calon tersebut bersumber dari data yang disampaikan kepada redaksi. Detail nomor urut calon, visi-misi, serta program masing-masing kandidat perlu merujuk pada dokumen atau informasi resmi panitia Pilkades Karang Satria.

Warga Perlu Mencermati Program dan Rekam Jejak

Menjelang pemungutan suara, masyarakat dapat menggunakan masa akhir tahapan Pilkades untuk mencermati informasi mengenai masing-masing calon secara proporsional.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain visi, misi, program kerja, pengalaman organisasi maupun kemasyarakatan, serta gagasan kandidat mengenai pelayanan publik dan pembangunan desa.

Program yang ditawarkan juga dapat dilihat dari kesesuaiannya dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pengelolaan pemerintahan desa, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pelayanan administrasi, lingkungan, serta pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Selain program, rekam jejak kandidat menjadi informasi yang relevan untuk diketahui pemilih. Namun, informasi mengenai dugaan pelanggaran atau persoalan hukum harus didasarkan pada sumber yang dapat diverifikasi dan tidak boleh disimpulkan sebagai fakta tanpa dasar yang jelas.

Masyarakat juga dapat mencermati sikap kandidat dan pendukungnya selama tahapan Pilkades, termasuk kepatuhan terhadap aturan, penghormatan terhadap perbedaan pilihan, serta komitmen menjaga keamanan dan ketertiban.

Pemerintah Kabupaten Bekasi sebelumnya meminta seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkades untuk menjaga proses demokrasi tetap aman dan tertib. Pemerintah juga telah mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) agar menjaga netralitas selama seluruh tahapan Pilkades.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi turut mengimbau masyarakat agar tetap menjaga persatuan meski memiliki pilihan berbeda dalam Pilkades.

Dengan pemungutan suara yang berlangsung pada Minggu (20/9/2026), masyarakat Desa Karang Satria akan menentukan calon yang memperoleh dukungan suara terbanyak sesuai mekanisme Pilkades yang berlaku.

Hasil pemilihan nantinya menjadi bagian dari rangkaian penetapan kepala desa terpilih dalam Pilkades serentak Kabupaten Bekasi 2026.

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru