Pendidikan

Dies Natalis ke-64, Wamendiktisaintek Dorong Unud Percepat Solusi Persoalan Masyarakat

1 Oktober 2026 5 hari lalu
Bagikan: f 𝕏 t

BANDUNG, GerbangBerita.com — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong Universitas Udayana (Unud) memperkuat riset, inovasi, dan kolaborasi agar lebih cepat menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dorongan itu disampaikan Fauzan dalam Sidang Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-64 Universitas Udayana di Badung, Bali, Selasa (29/9/2026).

Menurut Fauzan, perubahan status Unud dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) memberikan ruang otonomi yang lebih luas. Namun, otonomi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kapasitas dan tanggung jawab perguruan tinggi terhadap masyarakat.

“Karena perguruan tinggi memiliki potensi-potensi yang luar biasa, harus dijadikan sebagai pendorong untuk turut serta menyelesaikan problem-problem masyarakat di sekitar. Dan inilah sebenarnya makna perguruan tinggi berdampak,” kata Fauzan.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki sumber daya manusia, riset, dan inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

Salah satu persoalan yang membutuhkan kontribusi perguruan tinggi adalah pengelolaan sampah. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mencatat capaian penanganan sampah nasional baru mencapai 26 persen pada 2026.

Di Bali, persoalan tersebut juga menjadi perhatian setelah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung ditutup sejak 1 Maret 2026. TPA tersebut sebelumnya menampung sekitar tujuh juta ton sampah.

Fauzan mengatakan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan riset, tetapi perlu memastikan pengetahuan yang dimiliki dapat diterapkan untuk menjawab persoalan di masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi. Menurutnya, riset yang dilakukan secara bersama-sama dapat memperluas dampak dan jangkauan penyelesaian masalah.

“Selama ini perguruan tinggi memiliki komoditas riset yang luar biasa, namun masih berjalan sendiri-sendiri. Padahal jika dilakukan bersama-sama, akan memberikan radius dampak yang jauh lebih luas,” ujarnya.

Fauzan menambahkan, perguruan tinggi perlu menjadi bagian dari ekosistem pembangunan dengan membangun hubungan yang setara bersama pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, dan desa adat.

Khusus bagi Unud yang telah berstatus PTN-BH, perubahan tersebut dinilai perlu diikuti perubahan pola pikir dan penguatan tata kelola agar kampus dapat bergerak lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Rektor Universitas Udayana I Ketut Sudarsana mengatakan status PTN-BH menjadi bagian dari proses pendewasaan institusi.

“PTN-BH bukanlah garis akhir perayaan, melainkan awal dari pendewasaan institusi menuju world class university,” kata Sudarsana.

Ia mengatakan status PTN-BH memberikan ruang otonomi yang lebih luas bagi Unud, antara lain dalam bidang akademik, keuangan, sumber daya manusia, dan kelembagaan.

Namun, otonomi tersebut tetap harus disertai transparansi, peningkatan mutu, dan akuntabilitas.

Melalui Dies Natalis ke-64, Unud didorong memanfaatkan otonomi kelembagaan untuk memperkuat riset, inovasi, dan kolaborasi sehingga hasil perguruan tinggi dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang menempatkan perguruan tinggi tidak hanya sebagai penghasil pengetahuan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya penyelesaian persoalan.

Reporter : M Khairul Huda

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru