Bawaslu Jabar Dorong Pengawasan Pemilu Partisipatif di Desa Gunung Endut
SUKABUMI, GerbangBerita.com — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat mendorong masyarakat Desa Gunung Endut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, untuk terlibat dalam pengawasan pemilu secara partisipatif.
Upaya tersebut dilakukan melalui Forum Warga bertema “Menguatkan Budaya Pengawasan Partisipatif di Tengah Masyarakat Desa Gunung Endut” yang digelar di Desa Gunung Endut, Senin (14/9/2026).
Forum tersebut menjadi ruang edukasi dan dialog antara Bawaslu dengan masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan warga dalam mengawal proses demokrasi, termasuk mengenali dan melaporkan potensi pelanggaran pemilu sesuai ketentuan.
Kegiatan dihadiri Camat Kalapanunggal R. Ade Akhsan Bratadireja, perwakilan Kapolsek Kalapanunggal, Danramil, Kepala KUA, Ketua MUI, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Gunung Endut.
Camat Kalapanunggal R. Ade Akhsan Bratadireja mengapresiasi pelaksanaan Forum Warga tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mendukung pengawasan pemilu di tengah keterbatasan sumber daya pengawas.
“Apresiasi atas kegiatan Forum Warga pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Dengan keterbatasan yang dimiliki Bawaslu, tentu diperlukan kolaborasi dan keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan pemilu,” kata Ade.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi Faisal Rifa’i mengatakan Forum Warga merupakan kegiatan non-tahapan yang diarahkan sebagai bagian dari pendidikan kepemiluan kepada masyarakat.
“Ini merupakan kegiatan non-tahapan karena dilaksanakan di luar tahapan pemilu. Namun, kegiatan ini sangat penting sebagai bagian dari pendidikan pemilu melalui pembentukan forum warga pengawasan partisipatif,” ujar Faisal.
Faisal mengatakan Bawaslu Kabupaten Sukabumi juga membangun kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan pelajar, untuk memperluas pendidikan pengawasan partisipatif.
“Bawaslu Kabupaten Sukabumi sedang membangun kerja sama dengan semua elemen masyarakat, termasuk siswa-siswi, dalam memberikan pendidikan pengawasan partisipatif. Ini merupakan ikhtiar untuk menurunkan atau meminimalisasi terjadinya pelanggaran pemilu,” katanya.
Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat Hj. Nuryamah kemudian memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Nuryamah menekankan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Menurutnya, masyarakat juga memiliki ruang untuk ikut mengawasi proses demokrasi.
Melalui Forum Warga, masyarakat didorong tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan yang berpotensi memengaruhi kualitas pemilu.
Pada masa non-tahapan, Bawaslu Jawa Barat juga menjalankan sejumlah program pengawasan partisipatif, di antaranya Sekolah Pengawasan, Bawaslu Kampung Pengawasan Partisipatif, Forum Warga, Pojok Pengawasan, dan Jarimu Awasi Pemilu.
Forum Warga di Desa Gunung Endut selanjutnya diisi penyampaian materi dan dialog bersama masyarakat. Warga diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan, pandangan, serta pengalaman terkait kehidupan demokrasi di lingkungan mereka.
Bawaslu berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk ikut mengawasi proses demokrasi, termasuk di tingkat desa.
Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat memperluas jangkauan pengawasan sekaligus mendukung penyelenggaraan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil).
Reporter: Agus Yusuf