Hari Santri 2026 di Kalapanunggal Digelar 26 Oktober, Semangat Santri Tetap Terjaga
SUKABUMI, GerbangBerita.com — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, digelar Senin (26/10/2026) di Lapang Desa Kalapanunggal. Kegiatan yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Sukabumi Mubarokah” tersebut dilaksanakan empat hari setelah tanggal peringatan nasional.
Ketua panitia U. Syobandi Syamsudin menjelaskan, perubahan jadwal dilakukan berdasarkan hasil rapat panitia bersama pemerintah kecamatan. Pada 22 Oktober 2026, unsur pimpinan tingkat kecamatan mengikuti upacara Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan diawali dengan pawai ta’aruf yang melibatkan pondok pesantren, siswa dari berbagai jenjang pendidikan, pemerintah desa, serta organisasi kemasyarakatan dan pendidikan. Pawai diiringi marching band dari Yayasan Al Jabhatul Islamiyah dan Pemuda Muslimin Indonesia Kecamatan Kalapanunggal.
Camat Kalapanunggal R. Ade Akhsan Bratadireja bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia. Amanat tersebut menekankan pentingnya santri menguasai ilmu agama, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menjaga integritas, akhlak, dan semangat pengabdian.
Sejumlah unsur masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Forkopimcam, Kantor Urusan Agama, pimpinan organisasi keagamaan, pengasuh pondok pesantren, perwakilan lembaga pendidikan, KNPI, Karang Taruna, para kepala desa, serta tokoh masyarakat dan pemuda.
Rangkaian acara berlanjut dengan penampilan hadroh dari Pondok Pesantren Al Mansyuriah, SMK Nurul Bayan, dan SMA Negeri Kalapanunggal. Pertunjukan pencak silat dari Yayasan Baet Al Ansor juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Panitia kemudian menggelar tabligh akbar yang diisi oleh KH. Zein Zaini Dahlan, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ahkam. Acara ditutup dengan ngaliwet atau botram bersama, aksi bersih-bersih lingkungan, serta pembagian trofi kepada para pemenang lomba Hari Santri Nasional 2026.
Peringatan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara pesantren dan masyarakat serta mendorong kontribusi santri dalam pendidikan dan kehidupan sosial.
Meski jadwal pelaksanaan bergeser, kegiatan Hari Santri di Kalapanunggal tetap berlangsung dengan rangkaian kegiatan keagamaan, pendidikan, dan kebersamaan masyarakat.
Reporter : Agus Yusuf