Jawa Barat

228,07 Hektare Lahan Terbakar di Jabar, BPBD Ingatkan Warga Tak Buka Lahan dengan Membakar

5 September 2026 5 hari lalu
Bagikan: f 𝕏 t

BANDUNG, GerbangBerita.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat masih menjadi perhatian pemerintah daerah. Hingga 31 Agustus 2026, tercatat 228,07 hektare lahan terbakar yang tersebar di 178 desa dan kelurahan.

Kabupaten Sukabumi menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar paling besar, yakni 49,20 hektare. Berikutnya Kabupaten Majalengka dengan 26,16 hektare dan Kabupaten Bandung mencapai 24,80 hektare.

Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan api untuk membuka maupun membersihkan lahan.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali mengatakan, pembukaan lahan sebenarnya dapat dilakukan dengan sejumlah cara yang lebih aman tanpa membakar vegetasi.

Untuk lahan yang tidak terlalu luas, misalnya, pembersihan dapat dilakukan secara manual menggunakan parang, sabit maupun cangkul. Sementara lahan dengan area yang lebih luas dapat dibersihkan menggunakan peralatan mekanis.

Vegetasi yang sudah ditebang juga tidak harus dibakar. Menurut Teten, material tersebut dapat dikumpulkan kemudian dicacah menjadi bagian yang lebih kecil untuk dimanfaatkan kembali.

“Cacahan pohon dapat dijadikan kompos dengan bantuan biodekomposer yang mempercepat pengomposan,” kata Teten, Jumat (4/9/2026).

Selain diolah menjadi kompos, cacahan vegetasi dapat digunakan sebagai mulsa. Material tersebut dapat membantu melindungi permukaan tanah sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman.

Pilihan lainnya adalah memanfaatkan kembali vegetasi yang sudah ditebang untuk berbagai kebutuhan, sehingga tidak berakhir dengan pembakaran terbuka.

BPBD Jabar menyebut faktor manusia masih menjadi salah satu penyebab utama karhutla di wilayah tersebut. Aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar menjadi salah satu pemicunya.

Selain itu, kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan serta aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan dan lahan kering juga dapat memicu kebakaran.

Risiko tersebut semakin besar ketika kondisi cuaca panas dan curah hujan rendah. Vegetasi yang mengering akan lebih mudah terbakar dan api dapat menyebar dengan cepat.

Karena itu, pemerintah daerah meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di lahan terbuka, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering.

Imbauan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembukaan lahan tidak selalu harus dilakukan dengan cara membakar. Selain mengurangi risiko kebakaran, pemanfaatan kembali sisa vegetasi juga dapat memberikan manfaat bagi kondisi tanah dan lingkungan.

Dengan luas lahan terbakar yang telah mencapai lebih dari 228 hektare hingga akhir Agustus, pencegahan dinilai menjadi bagian penting untuk menekan meluasnya karhutla di Jawa Barat. (*)

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru