Sumatera Utara

Univa Medan Gelar Seminar Internasional Haji dan Umrah, Bidik World Class University

14 September 2026 1 bulan lalu
Bagikan: f 𝕏 t

MEDAN, GerbangBerita.com — Universitas Alwashliyah (Univa) Medan menggelar Seminar Internasional Haji dan Umrah bertajuk “Regulasi Kemenhaj 2026: Mitigasi Visa Non-Prosedural dan Perlindungan Hak Jamaah”.

Seminar tersebut menjadi forum akademis untuk membahas perkembangan tata kelola haji dan umrah, termasuk regulasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) 2026, penggunaan visa non-prosedural, serta perlindungan hak jemaah Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor Univa Medan mengatakan seminar internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi kampus dalam bidang riset dan advokasi haji serta umrah.

Menurutnya, penguatan riset di bidang tersebut diarahkan untuk menjadikan Univa Medan sebagai salah satu pusat rujukan mengenai haji dan umrah di tingkat Asia hingga internasional. Langkah itu juga dikaitkan dengan target Univa Medan menuju World Class University.

Ketua Umum PB Al Washliyah, Dr. KH. Masyhuril Khamis, S.H., M.M., menyambut baik penyelenggaraan seminar yang melibatkan berbagai pihak tersebut.

Dalam arahannya, Masyhuril mendorong sejumlah langkah strategis, salah satunya penambahan formasi petugas haji khusus dari unsur Al Washliyah.

Ia juga mengingatkan kembali sejarah Al Washliyah dalam perjalanan penyelenggaraan haji Indonesia. Menurutnya, delegasi haji pertama asal Indonesia pernah dipimpin pendiri Al Washliyah, KH. Ismail Banda.

Masyhuril berharap sejarah tersebut tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi dapat menjadi bagian dari penguatan literasi dan kajian mengenai haji dan umrah.

Selain itu, ia mendorong percepatan pendirian Pusat Studi Haji dan Umrah di lingkungan Univa Medan.

Masyhuril juga meminta jaringan perguruan tinggi dan sekolah tinggi Al Washliyah untuk mendirikan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Wadah tersebut diarahkan untuk mendukung pembinaan jemaah sekaligus pelatihan dan sertifikasi pembimbing ibadah bagi dosen dan guru.

Usai menyampaikan arahan, Ketua Umum PB Al Washliyah secara resmi membuka seminar internasional tersebut.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemaparan sejumlah narasumber dari tingkat nasional dan mancanegara.

Narasumber yang hadir antara lain Prof. H. Herlambang, M.A., Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah; Datu H. Jalidar Bin Abdul Rahim, Ketua Pertis Kota Kinabalu, Malaysia; Prof. H. Muhammad Jamil, M.A., Ketua Dewan Fatwa; serta Dr. H. Zulkifli Sitorus, M.A., Kakanwil Kemenhaj.

Para narasumber membahas regulasi Kemenhaj 2026, langkah mitigasi terhadap penggunaan visa non-prosedural, serta aspek perlindungan hukum dan keselamatan jemaah Indonesia.

Melalui seminar tersebut, Univa Medan juga mendorong penguatan kajian akademis mengenai haji dan umrah sebagai bagian dari pengembangan institusi serta kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Penyelenggaraan seminar internasional ini sekaligus menjadi salah satu langkah yang diarahkan Univa Medan untuk memperluas jejaring akademik dan memperkuat pengembangan riset di bidang haji dan umrah.

Reporter : Imam

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru