Jawa Barat

Tanam 100 Pohon di MA YASPIDA, FOMAKSI dan KKMA Cisaat Gandeng Dinas Kehutanan

14 Oktober 2026 2 minggu lalu
Bagikan: f 𝕏 t

SUKABUMI, GerbangBerita.com – Suasana berbeda terlihat di lingkungan MA YASPIDA Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Rabu (14/10/2026). Sebanyak 100 bibit pohon ditanam di area sekolah tersebut sebagai bagian dari gerakan penghijauan yang melibatkan pelajar dan organisasi kepemudaan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Mahasiswa Cisaat (FOMAKSI) Sub Cisaat bersama Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Kecamatan Cisaat. Mereka menggandeng Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah III Sukabumi untuk menyediakan bibit dan pendampingan teknis penanaman.

Ketua KKMA Kecamatan Cisaat, Imas Sa’diyah, mengatakan penanaman 100 pohon ini bukan sekadar seremoni. Pihaknya ingin menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini kepada para pelajar, khususnya pengurus FOMAKSI yang terlibat langsung di lapangan.

“Ada enam jenis pohon yang kami tanam hari ini. Ada mahoni, maglid, trembesi, kenari, jengkol, dan alpukat. Kami pilih jenis yang memang cocok untuk penghijauan sekaligus ada manfaat ekonominya nanti,” ujar Imas saat ditemui di lokasi.

Menurut Imas, pemilihan MA YASPIDA sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Lahan di lingkungan madrasah tersebut masih cukup luas dan membutuhkan penghijauan tambahan. Selain itu, keterlibatan madrasah diharapkan bisa menjadi contoh bagi madrasah lain di Kecamatan Cisaat.

“Harapan kami, ini bukan hanya kegiatan menanam lalu selesai. Tapi bagaimana merawatnya. Jadi anak-anak belajar tanggung jawab, belajar merawat apa yang sudah mereka tanam,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan FOMAKSI Sub Cisaat, Rizky, mengaku antusias dengan kegiatan kolaboratif ini. Ia menilai generasi muda perlu dilibatkan secara langsung, bukan hanya diajak diskusi soal lingkungan.

“Kami di FOMAKSI ingin bergerak. Tidak hanya ngomongin lingkungan di media sosial, tapi aksi nyata di lapangan. Menanam 100 pohon ini jadi bukti kalau pemuda Cisaat peduli,” kata Rizky.

Rizky menjelaskan, sebelum penanaman, para peserta mendapat arahan dari petugas Dinas Kehutanan tentang cara menanam yang benar, jarak tanam, hingga cara perawatan agar bibit tidak mati.

“Kami diajari cara gali lubang yang ideal, cara kasih pupuk dasar, dan cara siram. Jadi ilmunya dapat, aksinya juga dapat,” jelasnya.

Pihak CDK Wilayah III Sukabumi yang hadir juga mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurut mereka, keterlibatan tiga unsur yakni organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan penghijauan di tingkat kecamatan.

Penanaman berlangsung sejak pagi hingga siang. Para pelajar, guru, dan pengurus organisasi tampak bahu-membahu membawa bibit, menggali tanah, dan menyiram tanaman. Beberapa bibit sengaja ditanam di area depan kelas dan halaman belakang untuk menambah keteduhan.

Ke depan, KKMA dan FOMAKSI berkomitmen untuk melakukan monitoring. Setiap bibit yang ditanam akan diberi penanggung jawab dari pengurus FOMAKSI agar pertumbuhannya terpantau.

“Kami sudah bagi tugas. Siapa yang siram, siapa yang cek. Jadi kalau ada yang mati bisa langsung diganti. Target kami 100 pohon ini hidup semua,” tegas Rizky.

Melalui kegiatan ini, para pihak berharap gerakan peduli lingkungan bisa terus berlanjut dan tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Penghijauan diharapkan menjadi budaya di kalangan pelajar dan masyarakat Cisaat.

Reporter: Agus Yusuf

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru