SEMMI SII Bukittinggi Kecam Dugaan Kekerasan di Universitas Fort De Kock
Bukittinggi, Gerbangberita.com – Pengurus Daerah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI SII) Kota Bukittinggi mengecam dugaan kekerasan yang terjadi saat pengamanan aset pemerintah di kawasan Universitas Fort De Kock Bukittinggi.
Ketua Umum PD SEMMI SII Kota Bukittinggi, Fauzul Ikhsan Dafiq, mengatakan penyelesaian sengketa aset harus mengedepankan hukum dan dialog, bukan tindakan yang membahayakan sivitas akademika.
“Kampus harus dihormati sebagai ruang akademik. Dugaan kekerasan terhadap dosen, mahasiswa, dan petugas keamanan harus diusut tuntas,” kata Fauzul.
SEMMI SII menilai penggunaan kewenangan aparat harus dilakukan sesuai hukum, proporsional, dan tetap menghormati hak asasi manusia.

Berdasarkan informasi yang beredar, benturan terjadi saat aparat melakukan pengamanan terhadap lahan yang diklaim sebagai aset pemerintah daerah. Penolakan dari pihak kampus diduga memicu kericuhan hingga sejumlah dosen dan petugas keamanan disebut mengalami tindakan kekerasan. Kasus itu kini telah dilaporkan ke aparat penegak hukum.
SEMMI SII meminta aparat mengusut perkara tersebut secara profesional, independen, dan transparan agar seluruh fakta terungkap.
Selain itu, organisasi tersebut mendesak Pemerintah Kota Bukittinggi mengevaluasi prosedur pengamanan aset agar kejadian serupa tidak terulang.
SEMMI SII juga mengajak seluruh pihak menghormati proses hukum dan menjaga situasi tetap kondusif selama penanganan kasus berlangsung.
Reporter: Ebid