Berita

RAPBD Jatim 2027 Diproyeksikan Rp27,42 Triliun, Anggaran Pendidikan Terbesar

11 September 2026 4 minggu lalu
Bagikan: f 𝕏 t

SURABAYA, GerbangBerita.com — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memproyeksikan anggaran belanja daerah dalam Rancangan APBD (RAPBD) 2027 mencapai Rp27,423 triliun. Belanja tersebut diarahkan untuk memenuhi layanan dasar, program prioritas daerah, serta berbagai belanja yang diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan penyusunan belanja daerah 2027 diarahkan untuk memenuhi kebutuhan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah sekaligus mendukung target pembangunan Jawa Timur.

Sektor pendidikan menjadi penerima alokasi terbesar dengan anggaran sekitar Rp8,365 triliun.

“Pendidikan dialokasikan kepada Dinas Pendidikan dan UPT yang bertugas mengelola keuangan Badan Layanan Umum Daerah SMK Negeri dengan besaran sebesar Rp8,36 triliun,” kata Khofifah beberapa hari lalu.

Setelah pendidikan, sektor kesehatan mendapat alokasi sekitar Rp5,567 triliun. Anggaran tersebut mencakup Dinas Kesehatan, rumah sakit umum, rumah sakit khusus, serta sejumlah unit pelaksana teknis yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah.

Sementara itu, sektor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memperoleh alokasi sekitar Rp1,67 triliun.

Anggaran tersebut antara lain diarahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, serta Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air.

Khofifah mengatakan penyusunan belanja daerah juga memperhatikan sejumlah ketentuan belanja wajib. Salah satunya adalah ketentuan alokasi anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja daerah.

Selain memenuhi belanja wajib, RAPBD 2027 juga diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah daerah dan pencapaian target kinerja utama Pemprov Jawa Timur.

Pendapatan Diproyeksikan Rp26,4 Triliun

Dari sisi pendapatan, Pemprov Jawa Timur memproyeksikan pendapatan daerah 2027 mencapai Rp26,407 triliun.

Angka tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp17,707 triliun, pendapatan transfer sekitar Rp8,67 triliun, serta pendapatan daerah lainnya yang sah sebesar Rp28 miliar.

Dengan proyeksi pendapatan yang lebih rendah dibandingkan belanja, RAPBD Jawa Timur 2027 mengalami defisit sekitar Rp1,015 triliun.

Defisit tersebut rencananya ditutup melalui pembiayaan neto. Salah satu sumber pembiayaan yang diproyeksikan berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun anggaran 2026 yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 triliun.

Rancangan tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses pembahasan APBD 2027 antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Jawa Timur sebelum ditetapkan menjadi APBD.

Reporter : Diky A

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru