Pabrik Air Minum Betuah Milik BUMD Sei Sembilang Diduga Empat Tahun Tak Beroperasi, Aset Daerah Jadi Sorotan
BANYUASIN, GerbangBerita.com – Pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bermerek Betuah milik Perumda Sei Sembilang di Rawangsari, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, diduga sudah sekitar empat tahun tidak beroperasi.
Pantauan GerbangBerita.com, Sabtu (25/7/2026), tidak terlihat aktivitas produksi maupun pekerja di kawasan pabrik. Bangunan tampak sepi, sebagian area ditumbuhi semak belukar, serta tidak ditemukan plang nama maupun identitas perusahaan di lokasi.

Sejumlah warga sekitar mengaku pabrik tersebut sudah lama berhenti beroperasi.
“Kurang lebih empat tahun tidak ada aktivitas lagi,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan aset milik daerah yang sebelumnya diproyeksikan menjadi salah satu unit usaha Perumda Sei Sembilang.
Saat dikonfirmasi, Heriyadi HM Yusuf, yang pernah menjabat sebagai Direktur Perumda Sei Sembilang periode 2021–2023, mengatakan dirinya sudah tidak lagi menjabat.
“Saya sudah purna tugas. Sekarang jadi petani. Silakan tanyakan ke Sekda,” kata Heriyadi kepada GerbangBerita.com.
Hingga berita ini diterbitkan, GerbangBerita.com masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin mengenai status operasional pabrik, penyebab berhentinya produksi, kondisi aset, serta rencana pemerintah daerah terhadap pemanfaatan kembali fasilitas tersebut.
GerbangBerita.com akan terus menelusuri perkembangan persoalan ini dan memperbarui pemberitaan setelah memperoleh keterangan resmi dari pihak terkait.