Berita

Hari Bhayangkara Ke-80: Solidaritas Organisasi Kepemudaan Lintas Agama Warnai Defile, Perkuat Persatuan Bangsa

1 Juli 2026 4 minggu lalu
Bagikan: f 𝕏 t

BOGOR, Gerbangberita.com – Semangat persatuan dalam keberagaman menjadi salah satu pesan kuat yang mewarnai peringatan Hari Bhayangkara Ke-80. Hal tersebut terlihat dalam defile Resimen Pemuda Keagamaan pada upacara Hari Bhayangkara Ke-80 yang digelar di Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Selasa (1/7/2026).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto, sebagai inspektur upacara.
Kehadiran organisasi kepemudaan lintas agama dalam satu barisan menjadi perhatian masyarakat dan para tamu undangan.

Mereka berjalan berdampingan dengan penuh disiplin, semangat, dan rasa persaudaraan, menampilkan wajah Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman.

Enam organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Resimen Pemuda Keagamaan dan hadir pada defile tersebut terdiri atas Pemuda Muslimin Indonesia, Gerakan Pemuda Al Washliyah, Gerakan Pemuda Islam, Gerakan Pemuda Islam Indonesia, Pemuda Katolik, dan Generasi Muda Mathla’ul Anwar.

Sementara itu, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia yang sebelumnya dijadwalkan ikut serta, terkonfirmasi berhalangan hadir. Meski demikian, semangat solidaritas lintas agama tetap tergambar kuat melalui kebersamaan enam organisasi yang tampil dalam defile tersebut.

Momentum Hari Bhayangkara Ke-80 tidak hanya menjadi peringatan lahirnya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperlihatkan sinergi antara Polri dan seluruh elemen bangsa. Defile lintas agama ini mengirimkan pesan bahwa menjaga keamanan, persatuan, dan kerukunan merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.


Melalui langkah yang seirama, para pemuda dari berbagai latar belakang organisasi keagamaan menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya menjadi semboyan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata.

Kebersamaan yang mereka tampilkan menjadi bukti bahwa toleransi dapat tumbuh melalui saling menghormati, bekerja sama, dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas segala perbedaan.


Keikutsertaan organisasi kepemudaan lintas agama dalam defile Hari Bhayangkara Ke-80 diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus memperkuat solidaritas, membangun dialog yang konstruktif, serta menjaga persaudaraan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya.


Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 menjadi bukti bahwa semangat persatuan tetap menjadi kekuatan utama bangsa Indonesia. Di tengah berbagai tantangan kebangsaan, kebersamaan yang ditunjukkan para pemuda lintas agama menghadirkan optimisme bahwa masa depan Indonesia akan semakin kokoh apabila seluruh elemen bangsa terus bergandengan tangan menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan.

Salah seorang peserta dari Pemuda Katolik menyampaikan bahwa kebersamaan dalam defile tersebut merupakan cerminan nyata semangat persaudaraan antarumat beragama di Indonesia.


“Berbeda dalam keyakinan, bersatu dalam pengabdian. Bersama menjaga Indonesia, merawat persaudaraan, dan memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat sebagai modal utama dalam membangun Indonesia yang aman, damai, dan semakin maju.

Reporter : Agus Yusuf

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru