Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Terasa Dua Kali hingga Kalapanunggal Sukabumi
SUKABUMI, GerbangBerita.com — Gempa bumi bermagnitudo 4,1 yang berpusat di wilayah barat daya Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026) sore, dirasakan warga Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.
Guncangan yang terjadi menjelang malam itu sempat mengejutkan warga. Sejumlah warga mengaku merasakan getaran hingga dua kali.
Santi, warga Desa Makasari, Kecamatan Kalapanunggal, mengatakan guncangan terasa cukup kuat setelah dirinya melaksanakan salat Magrib. Meski sempat terkejut, ia menyebut tidak melihat adanya kerusakan di lingkungan sekitar yang diketahuinya.
“Setelah melaksanakan salat Magrib, terasa kencang guncangannya. Namun, alhamdulillah, tidak ada yang rusak,” ujar Santi.
Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Kamis pukul 17.58.23 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 6,73 derajat Lintang Selatan dan 106,61 derajat Bujur Timur, sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman 5 kilometer.
Informasi tersebut menjadi perhatian warga di wilayah Sukabumi yang turut merasakan getaran meskipun berada di luar lokasi pusat gempa. Pengalaman warga menunjukkan guncangan dapat dirasakan di sejumlah wilayah dengan tingkat yang berbeda-beda.
Meski demikian, keterangan mengenai getaran yang dirasakan dua kali perlu dibedakan dari jumlah kejadian gempa. Untuk memastikan apakah warga merasakan satu guncangan yang berlangsung dalam beberapa tahap atau dua getaran pada waktu berbeda, diperlukan informasi tambahan.
BMKG menyampaikan bahwa data awal gempa dipublikasikan untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat. Hasil pengolahan tersebut masih dapat diperbarui seiring masuknya data dan analisis lanjutan.
Warga diimbau tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Perkembangan mengenai gempa sebaiknya dipantau melalui kanal resmi BMKG agar masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Setelah merasakan gempa, warga juga disarankan memeriksa kondisi rumah dan bangunan di sekitarnya. Apabila ditemukan retakan besar atau bagian bangunan yang rusak, sebaiknya hindari area tersebut sampai kondisinya dipastikan aman.
Hingga berita ini ditulis, Santi menyatakan tidak mengetahui adanya kerusakan di lingkungan tempat tinggalnya. Namun, keterangan tersebut belum dapat dijadikan gambaran mengenai dampak gempa secara keseluruhan di wilayah Bogor dan Sukabumi.
Informasi mengenai kemungkinan kerusakan maupun dampak lainnya masih memerlukan konfirmasi dari sumber berwenang. Masyarakat diminta tetap waspada tanpa perlu panik.
Reporter : Agus Yusuf