Berita

Gebrak Rutalahu, Upaya Kolaborasi Tuntaskan Rumah Tidak Layak Huni di OKI

6 Mei 2026 1 minggu lalu
Bagikan: f 𝕏 t

OKI, Gerbangberita.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir mulai mengakselerasi penanganan rumah tidak layak huni melalui Program Gebrak Rutalahu (Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2026. Program ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor, tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah.

Peluncuran program tersebut diikuti secara virtual pada Selasa (5/5/2026). Di tingkat daerah, pemerintah kabupaten langsung menindaklanjuti dengan peletakan batu pertama di Kelurahan Perigi, Kecamatan Kayuagung, sebagai tanda dimulainya pelaksanaan program berbasis gotong royong.

Bupati OKI, H. Muchendi Mahzareki, menyampaikan bahwa persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi tantangan serius di wilayahnya. Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah rumah tidak layak huni di OKI mencapai lebih dari 21 ribu unit.

“Jika hanya mengandalkan APBD, tentu tidak mencukupi. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan harus bersifat kolaboratif,” ujar Muchendi.

Ia menambahkan, keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi salah satu penopang utama. Selain itu, pemerintah juga menggandeng berbagai pihak, seperti TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, PKK, hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk membantu masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman OKI, Beni Akbari, menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan berperan sebagai pengarah (orkestrator) dalam pelaksanaan program tersebut.

“Pemerintah memastikan perencanaan berjalan baik, standar pembangunan terpenuhi, serta pengawasan di lapangan dilakukan secara optimal. Harapannya, program ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

Melalui model kolaborasi ini, pemerintah berharap percepatan penanganan rumah tidak layak huni dapat tercapai, mengingat selama ini progresnya terhambat oleh keterbatasan anggaran. Partisipasi masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program di lapangan.

Di Kelurahan Perigi, salah satu penerima manfaat, Abdullah, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.

“Selama ini rumah kami jauh dari kata layak. Dengan bantuan ini, kami berharap bisa tinggal lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

Melalui Gebrak Rutalahu, Pemerintah Kabupaten OKI menempatkan semangat gotong royong sebagai strategi utama dalam mengintegrasikan sumber daya pemerintah, swasta, dan masyarakat guna mempercepat pemenuhan hunian layak bagi warga.

Sumber : Dinas Kominfo OKI

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru