Aliansi Pemuda PALI Lakukan Aksi di Polda Sumsel Desak PTDH Oknum yang Diduga Cabuli Gadis 19 Tahun
PALEMBANG, GerbangBerita.com – Aksi ratusan massa dari Kabupaten PALI pecah di halaman Mapolda Sumsel, Rabu siang (14/10/2026).
Mereka datang jauh-jauh dari PALI ke Palembang. Tuntutannya satu, minta kasus dugaan asusila yang nyeret oknum anggota Polres PALI berinisial HPW diusut sampai tuntas.
Korban dalam kasus ini seorang perempuan muda berinisial D, usianya baru 19 tahun.
Pantauan di lapangan, massa yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Peduli PALI (AP3) dan Masyarakat ABAB Bersatu ini mulai kumpul sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka bawa spanduk dan langsung gelar orasi di depan gerbang Mapolda.
Koordinator Aksi, Abu Rizal, bilang aksi ini bukan buat bikin gaduh. Tapi murni kontrol sosial.
“Kami datang kesini karena kami peduli. Kami ingin Kapolda dengar langsung suara warga PALI. Kami minta keadilan untuk korban, jangan sampai kasus ini hilang begitu saja,” kata Abu Rizal saat diwawancarai GerbangBerita.com.
Abu Rizal juga menegaskan, pihaknya sudah tau kalau Kapolres PALI sudah merekomendasikan PTDH untuk oknum tersebut. Tapi mereka mau kepastian.
“Kami apresiasi Kapolres PALI. Tapi SK PTDH itu yang kami tunggu dari Kapolda. Jangan ditunda-tunda,” tegasnya.

Ada lima tuntutan yang mereka bawa tertulis di surat pernyataan sikap:
Pertama, desak Kapolda Sumsel segera terbitkan SK Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Bripda HPW.
Kedua, minta Kapolda buktikan slogan Polisi Bersama Rakyat itu benar-benar nyata, dengan proses yang transparan.
Ketiga, minta korban D dilindungi dan hak-haknya dipulihkan.
Keempat, minta putusan sidang etik nomor 40/PUT/IX/2026 tanggal 28 September kemarin ditindaklanjuti tuntas.
Kelima, apresiasi buat Kapolres PALI yang sudah berani tegas.
Aksi ini sempat diterima perwakilan Polda. Di surat tuntutan yang mereka bawa, sudah dibubuhi paraf dan tulisan telah diterima dan akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku. Perwakilan yang menerima AKBP Tito Danii pada Rabu siang tadi.
Sampai sore ini, belum ada pernyataan resmi dari Humas Polda Sumsel soal kapan SK PTDH itu akan diterbitkan.
Di akhir aksi, Kapolrestabes Palembang yang turut mengucapkan terimakasih atas jalannya penyampaian pendapat di muka umum yang damai dan tertib.
Ia meminta massa tetap menjaga kondusifitas dan membubarkan diri dengan tertib setelah menyampaikan aspirasi.
“Terimakasih kepada masyarakat pali yang telah melakukan penyampaian pendapat dimuka umum dengan aman dan tertib”. ujar Kapolrestabes di hadapan massa.
Ia juga memberikan semangat kepada masyarakat PALI yang hadir agar tetap percaya pada proses hukum yang berjalan di Polda Sumsel.
Setelah diberikan arahan, massa aksi akhirnya membubarkan diri secara tertib dan damai dari Mapolda Sumsel. (AL)