Adjie Minta Wapres Selamatkan Candi Muaro Jambi, Gibran Minta Gubernur dan APH Usut Dalangnya
JAMBI, Gerbangberita.com – Aktivis Gerakan Mahasiswa Pagar Budaya (GEMA PB), Adjie Permana, menyampaikan langsung aspirasi kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka terkait keberadaan stockpile batu bara yang disebut masih mengepung kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muaro Jambi.
Penyampaian aspirasi itu berlangsung di sela kunjungan kerja Wapres Gibran ke Kota Jambi, Kamis (16/7/2026), usai makan siang di Rumah Makan AC Andoeng, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Paal Lima, Kota Jambi. Saat itu, Gibran dikerumuni warga yang ingin bersalaman dan berfoto.
Adjie kemudian menyerahkan selembar surat aspirasi kepada Gibran. Ia meminta pemerintah pusat turun tangan menyelamatkan Candi Muaro Jambi dari aktivitas stockpile batu bara di wilayah Desa Niaso dan Desa Kemingking.
“Mas Wapres, tolong selamatkan warisan Cagar Budaya Candi Muaro Jambi dari kepungan stockpile batu bara,” kata Adjie.
Gibran kemudian menanyakan apakah aktivitas stockpile tersebut masih berlangsung. Adjie menjawab masih ada bahkan disebut semakin bertambah. Ia juga menyampaikan bahwa arahan Presiden Joko Widodo pada 2022 agar kawasan tersebut dilestarikan belum dijalankan secara maksimal.
Menanggapi hal itu, Gibran menyatakan akan meminta persoalan tersebut diusut. “Oke, saya perintahkan Gubernur untuk usut itu sampai tuntas dalangnya,” ujar Gibran saat menerima surat aspirasi tersebut.
Sebagai informasi, Kawasan Cagar Budaya Nasional Candi Muaro Jambi ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 259/M/2013 dengan luas sekitar 3.981 hektare. Sejak 2009, kawasan tersebut juga telah dinominasikan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Namun hingga kini status tersebut belum terwujud. Adjie menilai salah satu kendalanya adalah belum tertanganinya aktivitas stockpile batu bara di sekitar kawasan cagar budaya.
Reporter: Rio Jodiansyah