Tragedi Berdarah di PANHEAD Cafe Bar Resto, LPKRI Sumsel Desak Penutupan dan Pencabutan Izin Tempat Hiburan Bermasalah
PALEMBANG, Gerbangberita.com — Peristiwa berdarah kembali mencoreng dunia hiburan malam di Kota Palembang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dinihari di PANHEAD Cafe Bar Resto diduga melibatkan sesama pelanggan yang juga merupakan oknum TNI dan mengakibatkan satu orang tewas.
Kejadian tersebut menuai kecaman keras dari Ketua DPD Sumsel Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPKRI Sumsel), Alyadi Sitarta. Ia menilai pemerintah daerah, aparat pengawas, dan instansi terkait gagal menjalankan fungsi pengawasan terhadap tempat hiburan malam yang selama ini dinilai rawan konflik dan tindak kriminal.
Menurut Alyadi, tragedi itu membuktikan lemahnya sistem keamanan di tempat hiburan malam, bahkan diduga senjata bisa dengan mudah masuk ke dalam lokasi tanpa pengawasan ketat.
“Ini sangat memalukan dan tidak bisa lagi dianggap biasa. Bagaimana mungkin tempat hiburan malam bisa kecolongan hingga senjata bebas masuk. Ini bukti nyata pengawasan dan sistem keamanan sangat lemah. Kalau pengelola tidak mampu menjamin keselamatan pengunjung, maka pemerintah wajib bertindak tegas,” ujar Alyadi Sitarta SH. Saat dikonfirmasi gerbangberita.com
Ia menegaskan, kejadian tersebut bukan pertama kali terjadi di Kota Palembang. Sebelumnya, insiden serupa juga pernah terjadi di kawasan hiburan malam Diskotik Darma Agung Palembang. Karena itu, Alyadi menilai pemerintah selama ini terkesan tutup mata dan tidak serius melakukan pembinaan maupun pengawasan terhadap operasional tempat hiburan malam.
“Jangan tunggu korban berikutnya baru sibuk bertindak. Nyawa manusia melayang, tetapi pengawasan tetap lemah. Ini menunjukkan pemerintah kurang serius dan terkesan membiarkan kondisi seperti ini terus terjadi,” tegasnya.
LPKRI Sumsel mendesak pemerintah daerah bersama aparat terkait untuk segera mengevaluasi seluruh izin operasional tempat hiburan malam di Palembang, khususnya yang terbukti lalai dalam sistem keamanan dan pengawasan pengunjung.
Alyadi juga meminta agar tempat hiburan yang terbukti bermasalah diberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin usaha.“Kalau tidak mampu menjaga keamanan, tutup saja. Cabut izinnya. Jangan hanya karena alasan bisnis lalu keselamatan masyarakat diabaikan. Tempat hiburan harus tunduk pada aturan dan wajib menjamin keamanan pengunjung,” katanya.
Selain itu, LPKRI Sumsel meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan tanpa pandang bulu, termasuk mengungkap bagaimana senjata dapat lolos masuk ke dalam lokasi hiburan malam tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait motif dan kronologi lengkap insiden yang menyebabkan satu korban meninggal dunia tersebut. (**)