Berita

“Timbohan” Jadi Kado Tahunan Warga Bantaran Sungai Babatan

15 Februari 2026 1 bulan lalu
Bagikan: f 𝕏 t

Pedamaran Kabupaten OKI gerbangberita.com Permukiman warga di bantaran Sungai Babatan, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kembali dikelilingi tumbuhan air yang memenuhi aliran sungai dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Minggu (19/02/2026)

Warga mengeluhkan maraknya tumbuhan air jenis kumpai atau eceng gondok yang oleh masyarakat setempat disebut “timbohan”. Tumbuhan tersebut hampir setiap hari hanyut dan menumpuk di badan sungai sehingga menghambat transportasi air.

“Kami harus berjaga siang dan malam untuk memastikan kumpai yang hanyut tidak menumpuk di sekitar rumah,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut warga, tumpukan timbohan tidak hanya menyulitkan aktivitas melintas, tetapi juga berpotensi merusak rumah dan jembatan karena tersangkut dan menahan arus sungai.

Sejumlah warga menduga kemunculan tumbuhan air tersebut berkaitan dengan aktivitas pembersihan lebak dan lebung oleh para pengemin L3 (lelang lebak lebung) yang dilakukan setiap tahun. Ada pula yang mengaitkannya dengan program cetak sawah di wilayah Pedamaran, mengingat ratusan hingga ribuan hektare lahan yang sebelumnya didominasi tumbuhan air telah dibuka.

Kepala Desa Cinta Jaya, Budiman, membantah bahwa program cetak sawah menjadi penyebab utama munculnya timbohan di Sungai Babatan.

“Peristiwa ini memang terjadi hampir setiap tahun dan masyarakat bantaran sungai sudah tidak kaget lagi. Namun jika dikaitkan dengan program cetak sawah, itu kurang tepat. Lahan yang dibuka sudah dibolak-balik sehingga tumbuhan airnya hancur dan membusuk. Jadi bukan dari situ sumbernya,” ujar Budiman melalui pesan WhatsApp, Minggu (19/2/2026).

Ia menjelaskan, hampir seluruh wilayah lebak dan lebung yang dilelang setiap tahun memang dipadati tumbuhan kumpai maupun eceng gondok. Para pemenang lelang biasanya melakukan pembersihan agar ikan dapat berkembang biak, dan tumbuhan yang dibersihkan tersebut kemudian hanyut terbawa arus sungai.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten OKI, H. Baidilah, mengatakan hingga dua pekan terakhir belum ada laporan resmi terkait keluhan tersebut.

“Sejauh kami monitor dalam dua minggu ini di beberapa L3 belum ada laporan atau keluhan yang disampaikan. Nanti akan kami pelajari dan koordinasikan dengan pihak terkait,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan timbohan yang dinilai menjadi “kado tahunan” bagi masyarakat bantaran Sungai Babatan. Mereka meminta solusi jangka panjang agar aktivitas ekonomi dan transportasi sungai tidak terus terganggu setiap musimnya. ***

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru