BEMSI Kerakyatan Jambi Soroti Pendidikan, Lingkungan, dan Tata Kelola Pemerintahan
JAMBI, Gerbangberita.com — BEMSI Kerakyatan Provinsi Jambi menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi pembangunan di Provinsi Jambi. Organisasi mahasiswa tersebut menilai sejumlah persoalan di bidang pendidikan, lingkungan, tata kelola pemerintahan, dan dinamika internal kemahasiswaan perlu mendapat perhatian bersama.
Koordinator Daerah BEMSI Kerakyatan Provinsi Jambi, Ahmad Febri Pasela, mengatakan pihaknya melihat masih terdapat berbagai tantangan pembangunan di daerah.
Menurut dia, sektor pendidikan di sejumlah wilayah masih menghadapi keterbatasan fasilitas dasar. BEMSI menyebut sejumlah sekolah di daerah terpencil belum memiliki sarana pendukung yang memadai, seperti perpustakaan, laboratorium, dan akses internet.
Selain itu, BEMSI juga menyoroti rasio guru dan murid di beberapa daerah yang dinilai belum ideal serta masih adanya angka putus sekolah pada jenjang SMA dan SMK.
“Pendidikan perlu menjadi perhatian serius agar kualitas sumber daya manusia di Jambi dapat meningkat secara merata,” ujar Ahmad Febri dalam keterangan tertulis, Minggu (24/5/2026).
Di bidang lingkungan, BEMSI menilai persoalan kerusakan hutan, alih fungsi lahan, dan pencemaran sungai memerlukan pengawasan serta penanganan berkelanjutan dari seluruh pihak terkait.
BEMSI juga mengkritisi kebijakan pembangunan daerah yang dinilai perlu lebih berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah pedesaan, seperti akses air bersih, infrastruktur jalan, dan layanan kesehatan.
Selain menyampaikan kritik terhadap pemerintah daerah, organisasi tersebut turut melakukan evaluasi internal terhadap gerakan mahasiswa. Menurut Ahmad Febri, mahasiswa perlu kembali memperkuat fungsi kontrol sosial dan menjaga independensi organisasi kemahasiswaan.
Dalam pernyataannya, BEMSI Kerakyatan Provinsi Jambi mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu pendidikan, lingkungan, dan transparansi kebijakan publik.
Mereka juga mengimbau mahasiswa untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga kemahasiswaan serta mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap gerakan sosial.
“Mahasiswa diharapkan tetap kritis, peduli, dan mampu menjadi bagian dari upaya mendorong kemajuan daerah,” kata Ahmad Febri.
Reporter : Rio Jodiansyah