Pondok Pesantren PSII Parakansalak Gelar Peringatan Isra Mi’raj dan Tarhib Ramadhan 1447 H
SUKABUMI gerbangberita.com – Pondok Pesantren Syarikat Islam Indonesia Parakansalak (PSII) Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah, Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jami Syarikat Islam Indonesia itu berlangsung khidmat dan sarat nilai edukatif. Ahad (15/2/2026).
Mengusung tema “Menakar Kembali Mental Kemandirian Santri sebagai Bentuk Tekad dalam Pemerintahan Sendiri (Zelfbestuur)”, kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan karakter kemandirian santri dalam aspek spiritual, intelektual, dan sosial yang berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan.
Acara dihadiri unsur Forkopimcam Parakansalak, jajaran pengurus PSII Kecamatan Parakansalak, perwakilan DPC PSII Kabupaten Sukabumi, tokoh masyarakat, serta wali santri. Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan kreatif para santri.
Pimpinan pondok pesantren, Herman Ibnu Ilyas, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mi’raj dan Tarhib Ramadhan bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para santri semakin siap secara lahir dan batin dalam menyambut Ramadhan,” ujarnya.Sambutan juga disampaikan perwakilan Camat Parakansalak melalui Kasi Trantib. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah dalam membangun sinergi pembangunan masyarakat. Selain itu, ia mengimbau masyarakat proaktif menyampaikan informasi kepada pemerintah kecamatan, terutama terkait kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi menimbulkan bencana.
Sementara itu, Wakil Ketua DPC PSII Kabupaten Sukabumi, Nanang Mustofa Kamil, S.Pd., menegaskan kembali makna zelfbestuur yang digagas pendiri Syarikat Islam, H. O. S. Tjokroaminoto, pada Kongres Nasional Pertama Central Sarekat Islam tahun 1916 di Bandung.
Menurutnya, zelfbestuur yang berarti pemerintahan sendiri harus dimaknai sebagai semangat berdikari dalam bidang ekonomi, politik, dan budaya agar bangsa Indonesia tidak kembali terjajah oleh kepentingan asing.
Rangkaian acara ditutup dengan tausiyah hikmah Isra Mi’raj dan Tarhib Ramadhan 1447 Hijriah yang disampaikan Asep Achmad Hidayat, pimpinan Pondok Pesantren Jawiyah. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya peran pesantren dalam membentuk generasi yang cerdas secara spiritual, berilmu, dan memiliki keterampilan.
Ia juga menyampaikan bahwa makna zelfbestuur bagi santri ke depan adalah kesiapan berkontribusi dalam kepemimpinan nasional, baik di ranah eksekutif maupun legislatif, guna melahirkan pemimpin yang saleh dan berintegritas.
Sebagai penutup, Herman Ibnu Ilyas berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi membekas dalam sikap dan perilaku santri sehari-hari.“Semoga peringatan Isra Mi’raj dan Tarhib Ramadhan ini menjadi titik tolak bagi para santri untuk memperkuat akhlak, meningkatkan kemandirian, serta menyiapkan diri menjadi generasi penerus umat dan bangsa yang beriman, berilmu, dan berdaya saing,” katanya. (***)