Berita

Polda Sumsel Perkuat Gerakan Indonesia ASRI Lewat Program BELIDA Serentak di 17 Kabupaten/Kota

1 Maret 2026 4 minggu lalu
Bagikan: f 𝕏 t

Gerbangberita.com Indralaya, Ogan Ilir — Polda Sumatera Selatan memperkuat implementasi Gerakan Nasional Indonesia ASRI melalui Program BELIDA (Bersih Lingkungan dan ASRI Daerah) yang digelar serentak di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan terpusat di Terminal Timbangan Indralaya ini dipimpin langsung oleh Sandi Nugroho bersama Herman Deru, serta dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan.

Program BELIDA merupakan tindak lanjut konkret atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam menciptakan lingkungan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), sekaligus menjadi bagian dari penguatan kesiapan Operasi Ketupat 2026 menjelang arus mudik Lebaran.

Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk ketaatan terhadap kebijakan nasional yang harus diwujudkan secara nyata di daerah.

“Hari ini kita menindaklanjuti apa yang menjadi perintah Bapak Presiden, melaksanakan Gerakan Indonesia ASRI,” tegas Kapolda.

Ia menjelaskan bahwa Sumatera Selatan memiliki ciri khas tersendiri dalam mengimplementasikan gerakan tersebut dengan mengangkat ikon ikan Belida sebagai identitas lokal.

“Di Sumatera Selatan kita memiliki ciri khas tersendiri, yaitu ikan Belida yang kita jadikan ikon. Ini menjadi simbol kegiatan bersih lingkungan dan ASRI untuk mendukung program Bapak Presiden, sekaligus menunjukkan sinergitas Forkopimda di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota,” jelasnya.

Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan, bukan hanya melontarkan kritik tanpa solusi.

“Daripada kita banyak mengeluh atau mengkritisi yang tidak benar, mari kita sama-sama menciptakan Sumatera Selatan yang bersih dan zero lubang,” ujarnya.

Pada sesi doorstop, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi cepatnya respons Polda Sumsel dalam menerjemahkan arahan Presiden menjadi gerakan nyata yang terintegrasi hingga ke daerah.

“Gerakan ini tidak berhenti sebagai instruksi, tetapi telah menjadi gerakan kolektif. Semua program kabupaten dan kota kini terintegrasi dalam satu semangat Indonesia ASRI,” kata Gubernur.

Ia menilai Program BELIDA sebagai langkah komprehensif karena menyentuh persoalan lingkungan dari hulu hingga hilir melalui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Bahkan, menurutnya, pengelolaan sampah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi energi alternatif.

“Pengelolaan sampah harus memiliki nilai tambah. Kita dorong pengolahan menjadi briket sebagai energi alternatif bagi industri, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan memberikan manfaat ekonomi,” jelasnya.

Selain isu kebersihan lingkungan, Gubernur juga menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan Zero Lubang di jalan lintas Sumatera Selatan menjelang arus mudik Lebaran. Targetnya, seluruh perbaikan jalan harus rampung paling lambat sepuluh hari sebelum Hari Raya.

“Sepuluh hari sebelum Lebaran, perbaikan jalan harus selesai agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman. Ini membutuhkan pengawasan serta gotong royong semua pihak,” tegasnya.

Sementara itu, Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Program BELIDA merupakan wujud kehadiran Polri secara menyeluruh di tengah masyarakat.

“Program BELIDA adalah komitmen Polda Sumsel dalam mendukung kebijakan nasional sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui lingkungan yang bersih, aman, dan sehat,” ujarnya. (Pajar Hadi)

Bagikan: f 𝕏 t

Berita Terbaru