Gerakan Pemuda Pembaharuan Sumsel Soroti Jalan Rusak di Empat Lawang, Desak Bupati Turun Tangan
SUMSEL, Gerbangberita.com – Gerakan Pemuda Pembaharuan Sumsel (GP2SS) menyampaikan teguran keras kepada Pemerintah Kabupaten Empat Lawang terkait kondisi jalan rusak yang dinilai semakin memprihatinkan dan belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah.
Saat di wawancarai “Teguran Keras Untuk Bupati Empat Lawang: Kami Rakyat, Bukan Penonton!”, Kemas Achik Muram, S. Sos (Ketua GP2SS) menyoroti aksi gotong royong warga yang terpaksa turun langsung memperbaiki jalan menggunakan tenaga dan dana pribadi. Kondisi tersebut dianggap sebagai bukti nyata bahwa masyarakat sudah terlalu lama menunggu perhatian pemerintah.
Ketua GP2SS menegaskan bahwa gerakan ini bukan bentuk kebencian terhadap pemerintah, melainkan bentuk kepedulian terhadap penderitaan masyarakat yang setiap hari harus melewati akses jalan rusak, berlumpur, dan membahayakan keselamatan.
“Ketika pemerintah lamban bertindak, rakyat akhirnya bergerak sendiri. Ini bukan sekadar persoalan jalan rusak, tetapi menyangkut keselamatan warga, aktivitas ekonomi, dan masa depan masyarakat di desa-desa,” tegas Achik.
Dalam pernyataannya, Achik juga menyampaikan beberapa tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, di antaranya meminta Bupati segera turun langsung melihat kondisi jalan yang rusak parah, memastikan anggaran perbaikan jalan dilakukan secara transparan dan tepat sasaran, serta memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat dibanding proyek-proyek seremonial.
Selain itu, Ketua GP2SS juga meminta agar masyarakat dilibatkan dalam pengawasan dan perencanaan pembangunan daerah agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan rakyat.
Disini juga menampilkan kondisi jalan berlubang dan berlumpur yang disebut telah menghambat aktivitas warga, mulai dari akses pendidikan, distribusi hasil pertanian, hingga pelayanan kesehatan. Warga disebut harus berjibaku memperbaiki jalan secara swadaya demi menjaga akses transportasi tetap bisa dilalui.
Di akhir pernyataannya, Ketua GP2SS menegaskan bahwa mereka tidak anti terhadap pemerintah, namun menolak pembiaran terhadap penderitaan rakyat.
“Kami tidak anti pemerintah, tapi kami anti pembiaran. Sudah saatnya pemimpin mendengar dan hadir di tengah masyarakat, bukan hanya datang saat seremoni,” tutup Achik.